Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lokasi Pengungsian Semeru Jadi Tempat Syuting Sinetron, Aktris Minta Maaf

Kalau sebelumnya ada kasus lokasi erupsi Semeru yang jadi tempat selfie, rumah produksi sinetron ini dengan cueknya memakai tempat pengungsian sebagai lokasi syuting.

Sinetron berjudul ‘Terpaksa Menikahi Tuan Muda‘ (TMTM) itu pun kena kritik keras dari masyarakat. Bagaimana tidak? masyarakat Indonesia lagi prihatin dengan bencana ini.

Dalam menghadapi hal ini, pihak Kepolisian Lumajang pun mengaku tak pernah mengeluarkan izin untuk menjadikan posko pengungsian sebagai tempat syuting.

Pengungsian Semeru jadi tempat syuting sinetron, belum ada izin?

Lokasi Pengungsian Semeru Jadi Tempat Syuting Sinetron, Kena Kritik Keras!
via Giphy

Bicara soal kejadian seperti ini, tentunya kita bertanya-tanya tentang awal mula bagaimana rumah produksi Verona Pictures bisa lolos begitu saja memakai lokasi pengungsian Semeru sebagai tempat syuting.

Melansir Detik, pihak PH mengaku sudah mengajukan izin, bahkan ke Bupati Lumajang. Pengakuan ini ia buat setelah viralnya pemboikotan sinetron TMTM itu dari netizen.

Walau begitu, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengaku pihaknya belum mengeluarkan izin apapun.

Yang jelas saya dari pihak Dansatgas tidak ada mengeluarkan izin baik secara lisan atau tulisan.” ujarnya.

Proses syuting seperti itu dianggap tidak etis dan nir-empati

Kecaman dan kritikan salah satunya datang dari akun relawan posko bencana @cakyo_savesemeru.

INI BENCANA BUKAN DRAMA, JANGAN JADIKAN BENCANA SEBUAH DRAMA” tulisnya di caption postingan tersebut.

Di postingan selanjutnya, akun tersebut juga menampilkan bagaimana proses syuting itu melibatkan adegan yang kemungkinan bisa jadi pro-kontra di masyarakat sekitar.

Seakan memanfaatkan situasi bencana demi konten sinetron, banyak orang menganggap ini sangatlah tidak etis dan tak berempati.

Pemain sinetron TMTM minta maaf: “Saya bersama korban Semeru

https://www.instagram.com/p/CXyLW62JaEF/?utm_medium=copy_link

Aktris Rebecca Tamara yang terlibat dalam sinetron tersebut kini sudah mengeluarkan permintaan maafnya.

Walaupun tugasnya sebagai aktris yang mengikuti arahan, ia menyebut bakal lebih memahami lagi terkait produksi syuting yang akan ia jalankan.

Saya ucapkan terima kasih untuk telah mengingatkan saya untuk menjadi lebih baik. Sekali lagi saya minta maaf dan turut berduka dalam musibah Semeru, saya bersama korban Semeru.” tutupnya.

Kira-kira, apa yang ada di pikiran kreatornya waktu memutuskan buat syuting di posko pengungsian Semeru, ya?

Baca juga: