Ojek Online Horor : Jarak Tempuh 15 Menit Jadi 4 Jam! Begini Ceritanya

Ojek Online Horor : Jarak Tempuh 15 Menit Jadi 4 Jam! Begini Ceritanya
access_time 5 bulan yang lalu

Kamis Misteri : Ojek Online Horor, rute misterius dan berputar-putar

Ojek online horor akan menjadi topik yang menemani malam Jumat  Lo pekan ini!

Bicara ojek online pastinya hampir sebagian besar orang pernah menggunakan moda transportasi ini. Selain harganya yang masuk diakal, ojol juga lebih menghemat waktu.

Pasalnya menggunakan motor, biasanya ojol akan melewati jalur ‘tikus’ yang bisa membuat para penumpangnya lebih cepat tiba di tujuannya.

Namun ternyata dari sebagian banyak pengguna, ada beberapa pengguna yang justru pernah mengalami kejadian horor saat sedang menggunakan Ojek Online alias ojol.

Salah satunya adalah “Dian” (nama samaran) yang kisah horornya dibagikan oleh sebuah thread twitter unggahan @PayungH11101101. Meski tidak bertemu dengan sosok aneh, tapi pengalaman menghabiskan waktu 4 jam untuk jarak yang biasa ditempuh selama 15 menit masih sulit dipahami nalar.

Sistem navigasi driver dan Dian secara bersamaan tidak dapat berfungsi

Awal kisah Dian terjadi saat dirinya ingin pulang dari rumah kakeknya yang berlokasi di Bekasi. Saat itu waktu sudah agak sore dan kesokan harinya dia harus bekerja, jadi dengan alasan itu dia memilih untuk pulang.

Karena tidak ingin merepotkan sang Ayah, ia kemudian memilih untuk menggunakan Ojek Online. Kebetulan juga ayahnya mengabari kalau harus lembur dan sepertinya akan pulang lebih malam.

Entah kesalahan aplikasi atau memang Dian yang tak sengaja memesan dua kali, ada dua ojek yang muncul di halaman pesanannya. Karena salah satunya sudah lebih dekat, dia pun akhirnya dengan berat hati membatalkan ojek yang satunya.

Selang berapa lama, tibalah ojek A dan Dian pun dihantar oleh kakek dan tantenya sampai ke depan gerbang rumah. Sekilas semua tampak baik-baik saja, namun justru inilah awal cerita horror ojek online yang Dian alami.

Meski sang abang ojol ramah dan humble, Dian menyebut bahwa ada aroma khas yang tercium olehnya saat naik ke motor itu. Tapi saat itu, Dian hanya merasa wanginya familiar tanpa tahu wangi apa itu.

Dalam perjalanan, secara mengejutkan si driver menanyakan arah kepada Dian. Karena tidak terlalu memperhatikan dia pun menjawab pertanyaan itu dengan santai.

Anehnya, Dian merasa jalan tersebut terasa asing baginya. Saat mencoba memastikan rute yang benar, secara misterius aplikasi Google Mapsnya tidak mau nge-load, padahal signalnya saat itu 4 G.

Diapun mencoba koneksi internet dengan mengirim WhatsApp ke teman-temannya dan ternyata terkirim alias checklist. Saat masih mencoba mengerti kenapa, si abang driver juga mengaku kalau mapsnya error dan minta di arahkan.

Jalan misterius yang tak pernah dilewati berujung pada sebuah sawah mencekam

Dian kemudian mengiyakan permintaan drivernya sembari terus mencoba membuka aplikasi tersebut. Alangkah terkejut dirinya saat melihat area sekitar yang dirinya lewati.

Bukan hanya tidak familiar, jalan terssebut juga sangat sepi dan penerangan jalannya pun sangatlah minim.

Meski sang driver mengaku mapsnya sudah kembali berfungsi, Dian menjadi semakin takut saat melihat bahwa jam sudah menunjukan pukul 19.00.

Anehnya dia tidak mendengar adanya suara adzan sama sekali dan jalan yang ia lalui semakin sempit dan pada akhirnya mengarahkan ke sebuah areal persawahan.

Dian pun semakin bingung saat drivernya menyebut tujuan sudah tidak jauh dari sawah itu. Karenan malas bertengkar dia pun memilih turun dengan maksud ingin menunjukan bahwa titiknya salah.

Selain itu, Dian juga sudah merasa sangat lelah berada di atas motor selama berjam-jam. 

Keadaan semakin aneh saat si driver justru ngotot kalau dia hanya mengikuti titik yang muncul pada sistem navigasinya. Berhubung suasana semakin mencekam, akhirnya si driver meminta Dian naik ke motor dan langsung tancap gas untuk putar balik.

Driver muntah beberapa kali dan mukanya terlihat pucat

Tanpa pikir panjang Dian pun mengiyakan sambil bertanya kepada drivernya ada apa.

Keduanya akhirnya berhasil sampai di jalan utama dan mengulang perjalanan mereka. Secara misterius sistem navigasi juga kembali normal.

Namun parfum si abang driver terus menggangu Dian. Mengingat sudah cukup lama mereka berputar-putar, Dian dan drivernya beristirahat di sebuah warteg.

Dian yang ragu pada akhirnya mengiyakan karena melihat kondisi driver yang pucat dan lemas seperti orang mau muntah. Melihat kondisi itu, Dian bahkan menawarkan si driver untuk tidak menghantarnya dan membatalkan trip tersebut sembari mencari ojol baru.

Tapi drivernya menolak dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.

Dian merasa semakin strees karena dia tahu bahwa perjalanan yang dia tempuh sudah lebih lama dari Jakarta Bandung, padahal seharusnya hanya dalam beberapa menit ia bisa tiba di rumah.

Belum selesai sampai situ, sistem navigasi mereka berdua kembali ngadat dan si driver juga beberapa kali menepi dan kembali muntah.

Seolah menjadi klimaks seketika mereka diguyur oleh hujan yang begitu besar dan tidak pakai gerimis, alias langsung duar.

Meski demikian, mereka terus melanjutkan perjalanan dengan jas hujan. Anehnya setelah beberapa lama, Dian baru mendengar suara ramai jalanan saat sedang bersembunyi di balik jas hujan.

Tapi anehnya, mereka berdua adalah satu-satunya kendaran yang basah.

Abang driver ternyata ‘ketempelan’

Singkat cerita, Dian akhirnya berhasil tiba di rumahnya. Namun alangkah terkejutnya ia saat melihat waktu sudah menunjukan setengah dua belas malam.

Dian pun yang penasaran dengan kejadian aneh itu bertanya pada sang driver. Akhirnya driver itu mengakui bahwa saat tiba di sawah, dia melihat sesosok pria kurus bertelanjang dada.

Begitu masuk ke dalam rumah, Dian pun di sapa oleh sang ibu yang menanyakan kenapa sedari tadi tidak dapat menelpon Dian.

Keesokan harinya, akhirnya sebelum dimarahi oleh sang bapak, Dian menceritakan kisah yang dia alami dan bagaimana perjalanan 15 menit bisa menjadi 4 jam.

Tidak lama setelah kejadian itu, Dian akhirnya kembali mengunjungi sang kakek. Disitulah baru si kakek bercerita kalau dari awal dia merasa ada yang ‘menempel’ pada si driver yang mengantar Dian.

Entah itu penglaris atau justru ‘kiriman’ santet. Namun mengingat kisah apes yang terjadi, kemungkinan besar itu adalah kiriman untuk mengganggu.

Sang kakek juga menjelaskan soal fenomena hujan lokal yang menimpa Dian dan si driver. Menurutnya itu adalah wujud ‘pintu gaib’ ke dunia lain.

Waduh ngeri banget 🙁 , jadi takut pulang malem! Coba ada gak dari lo yang juga punya cerita ojek online horor?!

close

Ojek Online Horor : Jarak Tempuh 15 Menit Jadi 4 Jam! Begini Ceritanya

Search
close