Mulai dari headline berita sampai cuplikan video ledakan yang berseliweran di media sosial, mungkin ada muncul pertanyaan, “apa yang sebenarnya terjadi antara Iran dan AS yang melibatkan Israel?”
Kalau disingkat, semua terjadi karena Iran dan poros Amerika Serikat (AS) berada dalam “perang bayangan” (shadow war) selama bertahun-tahun. Sementara konflik antara Iran dengan Israel selama ini berbentuk perang proksi. Ketiga negara tersebut akhirnya mencapai titik didih. Slide untuk cari tahu apa aja update-nya!
APA AJA UPDATE-NYA?
Sekitar satu minggu setelah serangan pertama yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel dalam operasi serangan udara besar-besaran yang dijuluki “Operation Epic Fury” oleh AS dan “Operation Roaring Lion” oleh Israel, apa saja yang sudah terjadi?
KEMATIAN KHAMENEI
Terkonfirmasinya Kematian Pimpinan Tertinggi Iran: Presiden AS Donald Trump mengklaim pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel yang menghantam kompleks kediamannya pada Sabtu (28/2/2026), dan otoritas Iran membenarkan klaim tersebut, per Institute for Essential Services Reform.
Petinggi Lainnya yang Jadi Korban: Sekitar selusin anggota keluarga Khamenei dan 40 pemimpin senior Iran lainnya tewas dalam serangan Sabtu, termasuk Komandan IRGC Mohammad Pakpour, Menteri Pertahanan Ali Shamkhani, dan petinggi pertahanan lainnya.
Masa Berkabung 40 Hari: Iran mengumumkan periode berkabung 40 hari untuk memperingati Ayatollah Ali Khamenei
KORBAN JIWA
Angka Terkini: Dikutip Al Jazeera, jumlah korban meninggal dunia sejak serangan AS-Israel dimulai pertama kali, telah mencapai 1.045 orang, menurut laporan media pemerintah Iran.
Serangan Sekolah Terparah: Dari 168 siswa yang tewas di sekolah dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran selatan, identitas 99 siswa telah diverifikasi sepenuhnya dan namanya telah diumumkan kepada publik.
SELAT HORMUZ: LUMPUHNYA JALUR MINYAK DUNIA
Penutupan: Penasihat senior komandan IRGC Ebrahim Jabari menyatakan pada Senin (2/3/2026) bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan Iran akan menembaki kapal apa pun yang mencoba melintas.
Ancaman Harga Minyak Ekstrem: Ebrahim Jabari mengancam akan menyerang jalur pipa minyak dan menyatakan harga minyak akan mencapai USD 200 per barel dalam beberapa hari mendatang.
Iran Tegas Bantah: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan Selat Hormuz tidak ditutup melainkan Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas selama masa perang, dan pihak yang mematuhi protokol bisa dengan mudah melewatinya.
DAMPAK EKONOMI: RUPIAH MELEMAH
Rupiah Jatuh ke Level Kritis: Nilai tukar rupiah pada Rabu (4/3/2026) melemah 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS
Penyebab Melemahnya: Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan sentimen risk-off dan mendorong arus dana ke aset safe haven seperti dolar AS, serta kenaikan harga minyak dunia berpotensi menekan mata uang emerging markets termasuk rupiah.
POSISI NEGARA-NEGARA BESAR
Rusia Mengecam: Rusia mengutuk serangan tersebut sebagai agresi tanpa provokasi, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutnya tindakan agresi bersenjata yang direncanakan dan menuntut tanggung jawab atas konsekuensi negatif.
China Serukan Gencatan Senjata: Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan pembunuhan terang-terangan terhadap pemimpin negara berdaulat serta upaya perubahan rezim melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan antarnegara.
Inggris Tolak Ikut (Tetapi Izinkan Pangkalan): PM Keir Starmer menegaskan tidak melibatkan Inggris dalam serangan awal AS-Israel terhadap Iran karena pemerintah meyakini hasil terbaik adalah penyelesaian melalui negosiasi. Namun, PM Starmer mengumumkan empat jet tempur Typhoon tambahan akan dikerahkan ke Qatar dan mengizinkan penggunaan pangkalan militer Inggris untuk serangan defensif terhadap infrastruktur rudal Teheran.
KIBARKAN BENDERA PERANG, AS DIKECAM WARGANYA SENDIRI
Sementara itu, warga sipil Amerika Serikat turun ke jalan melakukan gelombang protes yang mengutuk keputusan Donald Trump untuk perang melawan Iran.
Misalnya gelombang protes yang dilakukan di depan Gedung Putih di Washington, D.C. Warga bawa poster yang berisi desakan supaya AS tidak berperang dengan Iran dan hentikan bantuan untuk Israel, per CCTV Video News Agency.
Ketegangan geopolitik antara Iran vs AS yang melibatkan Israel, berdampak ke kondisi dunia. Hingga saat ini situasi masih fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu. Yang bisa kita lakukan sebagai warga negara adalah tetap update informasi lewat berita yang terverifikasi dan memfilter sumber informasi.
Your thoughts?
Feature Image by AFP
