Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gardu House Kolaborasi dengan Pertamina, Hadirkan Seni di Terowongan Sirkuit Mandalika

Seni di terowongan Mandalika diarsiteki sejumlah seniman muda Indonesia

Jelang gelaran MotoGP di sirkuit Mandalika, Pertamina mengandeng Gardu House untuk menghadirkan kreasi seni khusus.

Keduanya memberikan sentuhan artistik pada terowongan selatan dan utara yang menjadi penghubung arena balap tersebut.

Alhasil, terowongan seluas 1.935,1 meter persegi tersebut pun kian warna-warni berkat sentuhan seniman-seniman muda Indonesia.

Baca juga: Helm MotoGP Alex Rins Terinspirasi dari Motif Batik dan Aksara Jawa

Lukisan di terowongan Mandalika libatkan 50 seniman

Kreasi tersebut melibatkan 50 seniman visual dari berbagai kota di Indonesia.

Sisi utara terowongan tersebut digarap dengan arahan dari Darbotz dan Stereoflow. Puluhan seniman bekerja 12 jam setiap hari selama 2 minggu sebelum akhirnya karya ini siap dipublikasikan.

Konsep ini menggambarkan kerasnya perjuangan para pembalap yang berlaga di Sirkuit Pertamina Mandalika. Walaupun semuanya adalah insan yang kompetitif, namun hanya beberapa pembalap terbaik yang naik podium dan merasakan the sweetest victory.

Penggarapan yang cukup megah, karena nggak hanya sisi kanan dan kiri saja, tetapi juga sisi langit-langitnya. Senang rasanya bisa memberikan bentuk visual yang dinamis. Berharap bisa memberikan suasana ceria dan segar ketika orang-orang melewati tunnel utara ini,” ucap salah satu seniman Adi Dharma.

Sementara itu, sisi selatan terowongan Mandalika yang menjadi jalur penonton dibidani oleh local hero asal Mataram Lombok, Nusa Tenggara Barat, Paerstud.

Bersama tim yang beranggotakan 20 orang visual artist dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat, Paerstud membentangkan konsep berjudul Energizing Mandalika For A Brighter Indonesia.

Objek utama dari visual art yang digambarkan Paerstud dan kawan-kawan adalah Burung Garuda yang bergerak maju ke arah yang lebih baik. Dan didukung dua objek entitas kultural masyarakat Lombok yakni Terune (laki-laki) yang memainkan gendang Beleq dan Dedare (perempuan) yang menyuguhkan kocor tembikar berisi air bersih. Serta visualisasi 6 Sub Holding Pertamina sebagai kolaborator karya yang kesemuanya dibalut dengan alur garis dan warna yang bermakna energi positif.

Baca juga: Pengguna Netflix Udah Nggak Bisa Bagi-Bagi Password, Harus Bayar Lagi?

Diharapkan picu antusiasme generasi muda

Dengan adanya kreasi ini, Pertamina berharap untuk bisa membangkitkan antusiasme anak muda.

Bangga dan terharu kami diberi kepercayaan dan terlibat langsung untuk memberikan visual yang indah dan keren ini. Sirkuit Mandalika ini sedang menjadi perhatian di matainternasional, dan mungkin di antara sirkuit yang lainya hanya di sirkuit Mandalika ini yang ada sentuhan Graffiti dan Mural dari seniman lokalnya,” papar Dado, Founder Gardu House.

Kami berharap hal ini bisa dijadikan untuk berbagi energi positif dengan warna warni visual yang kami berikan. Dan juga menjadi warna tersendiri yang khas di sirkuit Mandalika.”

Your thoughts? Let us know in the comments below!