Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Museum Kerajaan Bone Diduga Dibobol Maling, 95 Persen Isinya “Hilang,” Ini Penjelasan Ahli Waris

Museum berisi Kerajaan Bone tersebut diseliki polisi

Museum Lapawawoi yang menyimpan barang sejarah kerajaan Bone diduga dibobol maling.

Sekitar 95 persen isi museum yang berlokasi di Kabupaten Bone, Sulawesi tersebut hilang.

(Museum La Pawawoi Bone/ Dok. Dinas Kebudayaan Bone)
(Museum La Pawawoi Bone/ Dok. Dinas Kebudayaan Bone)
Baca juga: Ternyata Dulu Indonesia Sempat Hampir Pindah Ibu Kota ke Surabaya, Nggak Jadi Karena Kurang Biaya

Pintu bangunan rusak

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Bone, Andi Ansar, barang-barang yang hilang sudah bersertifikat nasional dan memenuhi syarat sebagai benda peninggalan sejarah.

Beberapa di antaranya adalah duplikat rambu Raja Bone, Arung Palakka; stempel kerajaan; Bosara; dan, koin-koin kuno pada jaman kerajaan.

Beberapa pintu bangunan yang merupakan bekas Istana Raja Bone ke XXXII, Ardi Mappunyokki, itu pun di rusak.

Hampir semua barang yang menjadi aset pemerintah hilang. Saya sudah minta staf saya untuk melapor ke Polres Bone,” kata Ansar, dikutip dari CNN Indonesia.

Kini proses penyelidikan dan pengumpulan keterangan serta olah tempat kejadian perkara pun tengah bergulir untuk memastikan kasus ini adalah pencurian atau bukan.

(Museum La Pawawoi Bone/ Dok. Dinas Kebudayaan Bone)
(Museum La Pawawoi Bone/ Dok. Dinas Kebudayaan Bone)
Baca juga: Di Cina, Pelajar Berprestasi Dihadiahi Anak Babi

Dugaan pencurian museum Kerajaan Bone disangkal

Di sisi lain, ahli waris benda pusaka di museum Lapawawoi menyangkal tudingan pencurian tersebut.

Menurutnya, barang-barang bersejarah tersebut bukan dicuri, melainkan diambil kembali oleh ahli waris, Andi Baso Bone.

“Mengenai benda-benda yang ada di museum itu adalah koleksi milik pribadi bapak saya almarhum Andi Mappasissi Petta Awangpone,” kata Andi Baso, dikutip dari IDN Times.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga ahli waris tinggal di museum tersebut sejak tahun 1978.

Benda-benda milik ayahnya diambil kembali setelah ia menerima surat pemberitahuan pengosongan museum dari Pemda Bone pada 10 Januari 2022.
Dalam surat yang diterima, Andi Baso diberikan hingga 24 Januari 2022 untuk mengosongkan museum. Dia pun bersikap kooperatif meninggalkan museum akhir pekan lalu.

Soal dugaan pencurian yang terlanjur beredar, Andi Baso mengaku tidak mampu meredam polemik.

Mungkin kepala dinas ini kondisinya dalam keadaan syok, panik, dianggap saya tidak mengonfirmasi padahal jajaran pemerintahan sudah mengetahui itu,” ucapnya.

Kini pihaknya pun berharap Pemerintah Kabupaten Bone meminta maaf secara terbuka dan menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.