Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Patung Jenderal Sudirman Jadi Sasaran Vandalisme, Bukan Pertama Kalinya

Vandalisme menyasar patung Jenderal Sudirman

Tangan-tangan jahil orang tak bertanggung jawab menyasar patung Jenderal Sudirman di Dukuh Atas, Jakarta pada hari Minggu, 19 Juni 2022.

Bagian keramik patung itu jadi sasaran vandalisme corat-coret oleh orang-orang yang tak dikenal.

Lewat foto-foto yang tersebar di media sosial, bagian keramik patung itu terselimuti coretan cat putih. Coretan itu pun terlihat di sisi depan maupun samping.

Lurah Karet Tengsin Hari Ananda mengatakan, pada Minggu pagi petugas PPSU menemukan bahwa patung itu sudah dicorat-coret.

PPSU pagi-pagi bertugas dan lihat ada coretan [di patung Jenderal Sudirman],” ujar Hari.

Patung Jenderal Sudirman Jadi Sasaran Vandalisme, Bukan Pertama Kalinya
via Giphy

Pasukan oranye bergerak cepat

Aksi vandalisme di patung Jenderal Sudirman ini ditemukan oleh pasukan oranye yang tengah bertugas. Mereka pun menduga aksi itu terjadi di malam hari.

Jadi tadi pagi kami dapat informasi langsung kami hapus. Siapa yang mencoret kami nggak tahu. Mungkin kejadiannya malam,” ujar Hari, melansir Detik.

Melihat kekacauan itu, lima orang petugas berseragam oranye dari Kelurahan Karet dan Kebon Melati langsung berusaha menghapus coretan berupa grafiti dan gambar.

Untungnya pada Minggu sore, hasil vandalisme itu sudah terhapus tuntas.

Hingga saat ini, belum diketahui pelaku usil tersebut. Hari pun menjelaskan pihaknya hanya fokus pada pembersihan saja.

Patung Jenderal Sudirman Jadi Sasaran Vandalisme, Bukan Pertama Kalinya
via Detik

Bukan yang pertama kalinya?

Miris, aksi pencoretan patung Jenderal Sudirman ini bukan yang pertama kalinya.

Tahun 2015 lalu saja, patung pahlawan ini dua kalo jadi sasaran vandalisme. Kala itu, para pelaku bahkan mencoret bagian penyangga yang cukup tinggi, yaitu 5,5 meter.

Dua kejadian itu terjadi setelah Lebaran tahun 2015, dengan tulisan yang mirip. Sehingga, ada kemungkinan pelakunya sama.

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki T. Purnama (Ahok) sampai mengatakan, kalai pelakunya tertangkap, harus mendapat sanksi tegas.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: via Detik)