Pawang hujan juga sama kayak kita semua
Pawang hujan ternyata nggak lepas dari kewajiban bayar pajak.
Hal ini diungkapkan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo lewat akun Twitter-nya.
Baca juga: Robert Pattinson Janji Bakal Bikin Film Bokep Jika “The Batman” Sukses
Pajak pawang hujan
Yustinus menjelaskan bahwa jasa pawang hujan masuk sebagai terutang pajak. Dengan demikian, pihak pemberi kerja wajib memotong pajang penghasilan (PPh) Pasal 21.
“Jasa pawang hujan terutang pajak? Jelas dong. Pihak pemberi kerja wajib memotong PPh Pasal 21 dan sang pawang melaporkan perhitungan penghasilan di SPT Tahunan,” ungkap Yustinus, dikutip dari akun Twitter @prastow, Selasa (22/3).
Lebih lanjut, ia juga menhelaskah bahwa pemberi kerja yang wajib memotong PPh Pasal 21 adalah pemberi kerja wajib pajak (WP) badan atau WP orang pribadi (OP) yang menurut undang-undang (uu) wajib menjadi pemotong.
“Batasan penghasilan yang menjadi objek pajak mengikuti pedoman. Jika tak dipotong wajib bayar dan lapor sendiri,” jelas Yustinus.
Jasa Pawang Hujan terutang pajak? Jelas dong. Pihak pemberi kerja wajib memotong PPh Pasal 21 dan sang Pawang melaporkan penghitungan penghasilan di SPT Tahunan. Info lengkap kontak @DitjenPajakRI. Jangan lupa batas akhir penyampaian SPT 31 Maret 2022. Lebih awal, lebih nyaman!
— Prastowo Yustinus (@prastow) March 22, 2022
Baca juga: Niat Manggung di Mandalika, Pamungkas Malah Jadi Korban Pencurian Tas, Rugi Rp100 juta
Penghasilan ratusan juta
Isu pawang hujan mencuat jadi perhatian publik sejak sosok Rara ditugaskan untuk menghentikan guyuran air di gelaran MotoGP.
Dikutip dari Detik.com, sosok yang biasa disapa Rara tersebut ternyata mengantongi ratusan juta rupiah untuk 21 hari kerja.
Ia tak hanya bertugas di hari balapan, namun juga menyiapkan perlengkapan upacara yang ditempatkan di sirkuit. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperlancar kelangsungan acara.
Jasanya diusulkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (bumn) Erick Thohir.
Sebelum beraksi di Mandalika, sosoknya juga sempat bertugas di gelaran besar lain seperti vaksinasi massal, Asian Games 2018 dan kampanye presiden Jokowi.
Meski begitu, ia tetap memicu kontroversi di mata publik. Banyak yang percaya dengan jasanya, namun tak sedikit pula yang meragukan.
Thoughts? Let us know!