Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengemudi Mabuk Di Negara Ini Dihukum Membersihkan Rumah Duka Sampai Kamar Mayat!

Pengemudi mabuk jadi biang kerok sebuah kecelakaan mobil yang terjadi di kota Kaoshiung, Taiwan sekitar sebulan lalu.

Kejadian itu menewaskan satu orang keluarga dan tiga korban dengan luka ringan sampai parah. Sejak kejadian itu, Wali Kota Kaoshiung Chen Qimai memberlakukan ‘hukuman’ baru.

Pengemudi mabuk dihukum membersihkan rumah duka

Adapun pihak berwenang di sana berhasil menemukan cara ‘unik’ untuk memberikan efek jera bagi para pengemudi mabuk.

Di sisi lain, hukuman tersebut diharapkan juga bisa membantu mereka merenungkan perilaku yang ‘merugikan’ banyak orang.

Sebagaimana dikutip dari OddityCentral, para pengemudi dipaksa untuk ‘mendekati’ kematian dengan hukuman membersihkan rumah duka.

Pengemudi Mabuk Di Negara Ini Dihukum Membersihkan Rumah Duka Sampai Kamar Mayat!
via OddityCentral

Beberapa hari lalu, kelompok pertama dari 11 pegemudi mabuk dikirimkan ke Kantor Manajemen Pemakaman Kota Kaoshiung untuk menjalankan hukuman mereka.

Di sana para pengemudi menghabiskan waktu berjam-jam untuk membersihkan kamar mayat, unit pendingin dan krematorium.

Begini cerita para mereka

Saya membersihkan pintu lemari pendingin dan menyadari bahwa mungkin ada mayat manusia di dalamnya,” tutur salah satu orang yang diduga mengemudi dalam keadaan mabuk.

Sementara pengemudi lain mengaku ‘terngganggu’ dan merasa begitu dekat dengan kematian, dia juga berjanji untuk lebih berhati-hati dan tidak minum saat berkendara.

via OddityCentral

Saya tidak pernah dekat dengan kematian, itu sangat mengganggu. Saya harus berhati-hati di masa mendatang saat mengemudi dan tidak boleh minum sembari berkendara,” tuturnya.

Setelah melakukan hukuman tersebut, sebagian dari mereka menyesal dan mengaku tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Bahkan salah satu dari mereka bersumpah untuk tidak minum sembari mengemudi.

Aku tidak akan pernah melakukannya lagi,” tutur salah seorang dari mereka.

Sebuah ide hukuman yang menarik? Apa perlu di coba di Indonesia?