Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perjuangan Seorang Ibu Lewat Aksi Kamisan Selama 15 Tahun Jadi Sorotan LA Times

Fokus pada perjuangan ibu Sumarsih di aksi kamisan

Kisah pilu Maria Catarina Sumarsih yang melakukan Aksi Kamisan jadi sorotan media asing.

Ia memperjuangkan keadilan untuk Wawan, anaknya yang terbunuh pada tahun 1998 di tengah demonstrasi reformasi Indonesia.

Lima belas tahun berselang, aksinya tersebut masih belum membuahkan hasil.

Baca juga: Aksi Kamisan Indonesia Debut di Bangkok

Aksi Kamisan belasan tahun

Namanya adalah Wawan. Ia adalah mahasiswa berusia 20 tahun yang suka masakan ibunya, khususnya nasio goreng dan sate, ia terbunuh pada tahun 1998 ketika tentara Indonesia menembak para protestan yang menginginkan reformasi politik,” demikian yang tertulis di LA Times.

(Sumarsih) tidak tau bagaimana menyalurkan kesedihannya selain dengan mengunjungi makan anaknya di ibu kota Jakarta.”

Selama bertahun-tahun, Sumarsih sudah melakukan unjuk rasa dengan berbagai cara. Ia bahkan pernah melempar telur ke anggota parlemen yang membebaskan tentara dari tuntutan hukum atas kesalahannya.

Hingga kini, ia rutin melakukan unjuk rasa di depan istana negara, menjadi pengingat Indonesia atas dosa masa lalu pemerintah.

Tentara memukul mahasiswa ketika memecah demonstrasi di depan gedung DPR, 31 Maret 1999 (Foto: Asscociated Press)
Baca juga: Aksi Kamisan, Mengingat Kasus-Kasus Yang Tak Terselesaikan

Bukan cuma Sumasih

Tak hanya Sumarsih, LA Times juga menyoroti keluarga lain yang melakukan aksi serupa.

Salah satunya adalah Suciwati, istri dari Munir Said Thalib dan Bedjo Untung, mantan tahanan politik yang disiksa bertahun-tahun yang menyuarakan protes atas pembunuhan ratusan ribu orang dalam gerakan pembasmian komunis di era 1960-an.

Sumarsih yang kini berusia 69 tahun mengaku bahwa ia cuma pernah absen selama 24 kali, karena urusan di luar kota, sakit atau ketika lockdown covid-19,” lanjut LA Times.

Kegigihannya telah menjadi sumber keberanian untuk ribuan orang yang didominasi anak muda untuk bergabung dalam demonstrasi parau di seluruh Indonesia. Mereka menyebutnya Aksi Kamisan.”

(Foto: Adek Berry / AFP/Getty Images)