Insiden pesawat Sriwijaya SJ182: sempat melenceng, tampung 50 penumpang

Pesawat Sriwijaya SJ182 dipastikan jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut diketahui hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Menyul kabar tersebut, sejumlah informasi pun bersikurklasi di jagat maya. Berikut beberapa poin pentingnya.

Baca juga: Twitter Donald Trump Ditutup Permanen

Pernyataan Menhub Soal Insiden Jatuhnya Pesawat Sriwijaya SJ182

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan bahwa ada 50 penumpang dan 12 orang kru di dalam pesawat tersebut.

Terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi,” kata Budi Karya dalam jumpa pers yang disiarkan via Zoom, Sabtu (9/1/2021) malam.

Baca juga: 10 Prediksi The Simpsons yang Jadi Kenyataan; Dari Donald Trump, Game of Thrones Hingga Krisis 2020!

Sebelum hilang kontak sempat terbang ke arah berbeda

Sebelum hilang kontak dan jatuh, Pesawat Sriwijaya SJ182 sempat terbang ke arah barat laut.

Pukul 14.40 WIB, Jakarta terus melihat Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke barat laut,” kata Budi Karya Sumadi.

Oleh karenanya, ditanya oleh ATC (Air Traffic Controller/Pemandu Lalu Lintas Udara) untuk melaporkan arah pesawat. Tidak lama kemudian, dalam hitungan second (detik) target SJY182 hilang dari radar.”

Baca juga: Elon Musk: Kerja di Tesla Nggak Butuh Gelar Pendidikan!

Pesawat yang jatuh berusia 26 tahun

Menurut data situs aviasi Flightradar24, pesawat dengan nomor registrasi PK-CLC tersebut memiliki riwayat berumur 26 tahun dengan penerbangan pertama pada Mei 1994.

Berdasarkan situs airfleets.net, sebelum dioperasikan oleh Sriwijaya Air pada 9 April 2012, SJ 182 sempat dioperasikan oleh 2 maskapai lain yakni Continental Airlines pada 31 Mei 1994 dan United Airlines pada 1 Oktober 2010.