Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rahasia Panjang Umur : Jadi Politisi? Begini Kata Riset

Politisi dunia jauh berpotensi untuk panjang umur

Studi terbaru mengungkap bahwa politis di seluruh dunia berpotensi hidup lebih lama ketimbang rakyat biasa.

via Giphy

Adapun penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari University of Oxford.

Riset tersebut juga sudah diterbitkan di European Journal of Epidemology.

Keuntungan bertahan hidup politisi lebih tinggi

Kesimpulan ini dicapai setelah para peneliti menelusuri data lebih dari 57.500 politisi dari 11 negara. Mulai dari Australia, Austria, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Selandia Baru, Swiss, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Sampel tersebut diambil dari tahun 1945 dan 2014, dengan analisis lengkap mencakup politisi dari tahun 1816 sampai 2017.

Rahasia Panjang Umur : Jadi Politisi? Begini Kata Riset
via Giphy

Hasilnya menunjukkan bahwa keuntungan bertahan hidup politisi saat ini sangat tinggi dibandingkan dengan yang diamati pada paruh pertama abad ke-20,” jelas Dr. Laurence Roope, rekan penulis studi dan peneliti senior dari Health Economics Research Centre (HERC) di Oxford Population Health.

Kendati demikian di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, politisi di sebagian besar negara memiliki tingkat kematian yang sama dengan populasi umum.

Namun sejak abad ke-20, perbedaan tersebut menjauh.

Ini alasannya

Para peneliti menyebut ada banyak faktor yang mendukung perbedaan tersebut. Salah satunya tingkat merokok yang tinggi di paruh pertama abad ke-20, terutama di kelas elit dan profesional.

Kemungkinan lain adalah masalah jantung yang kerap menghantui politisi, tapi masalah itu sudah lebih mudah teratasi sejak obat tersedia secara luas.

via GIFER

Elemen yang paling memegang peranan penting adalah kekayaan dan ketidaksetaraan ekonomi.

Sebagaimana diketahui, politisi umumnya mendapatkan gaji yang besar dan tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi kesehatan dan umur panjang.

Kendati demikian, para penliti berpendapat bahwa faktor itu tidak lagi menonjol.

Top image via Unsplash