Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sri Mulyani Targetkan Orang-Orang yang Suka Pamer Harta di Medsos

Crazy rich media sosial jadi sorotan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku akan menaruh perhatian khusus terhadap orang-orang yang suka pamer harta di media sosial.

Dengan adanya kaum crazy rich yang rajin pamer, ia akan lebih mudah mengirimkan petugas pajaknya.

Baca juga: Lokasi Hidden Gems Jakarta yang Pas Banget untuk Diabadikan dengan Kamera Samsung Galaxy S22+ 5G

Sri Mulyani ingin perlakukan publik secara adil soal pajak

Hal ini ia sampaikan pada sosialisasi UU HPP, Kamis (10/3/2022).

Kami senang kalau di medsos ada yang pamer mengenai account number, ‘account saya yang paling gede.’ Begitu ada yang pamer ‘saya punya beberapa miliar,’ salah satu petugas pajak kami bilang ‘ya nanti kita datangilah,'” ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, upaya ini bisa menumbuhkan rasa percaya publik bahwa pemerintah memberi perlakukan adil bagi semua orang.

Masyarakat kita akan percaya kepada pemerintah kalau dia tahu diperlakukan adil dan uang pajaknya kembali lagi, bukannya dikantongi atau ditaruh di belakang kantor saya, (tapi uang pajak) digunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan raya, bangun irigasi,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: 5 Cara Bikin Konten Epic Pake Smartphone dengan Hasil Kamera Profesional!

Sri Mulyani yakini orang Indonesia doyan flexing harta

Langkah tegas ini tentu tidak dilakukan tanpa alasan jelas.

Bendahara Negara tersebut meyakini bahwa orang Indonesia suka pamer kekayaan di media sosial; dari saldo rekening, hadiah mewah, fasilitas perusahaan yang mewah dan banyak lainnya.

Sekarang ini ada juga kan di media sosial anak-anak yang baru umur 2 tahun sudah dikasih hadiah pesawat, bukan pesawat-pesawatan ya, tapi pesawat beneran sama orang tuanya,” ucap dia.

Jadi memang di Indonesia kan ada yang crazy rich, ada yang dia mendapatkan fasilitas dari perusahaannya itu memang luar biasa besar. Itulah yang sekarang dimasukkan dalam perhitungan perpajakan, itu yang disebut aspek keadilan,” lanjut Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.