Bertanggung jawan menindaklanjuti serangan siber

Tim khusus baru saja dibentuk Presiden Jokowi menyusul sejumlah serangan siber dari Bjorka yang tertuju ke instansi pemerintah.

Pembentukan tim tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan rapat di Istana Kepresidenan.

Nantinya tim akan bertugas ‘merespon’ serangan siber.

Baca juga : Apa Aja yang Bjorka “Bobol” Sejauh Ini?

Kapan tim khusus mulai bekerja?

Tim Khusus Respon 'Serangan' Bjorka Dibentuk Jokowi
via Tenor

Perlu ada emergency response team terkait untuk menjaga data, tata kelola data, yang baik di Indonesia dan untuk menjaga kepercayaan publik,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G Plate di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (12/9).

Lebih lanjut dia menjelaskan tim akan melibatkan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Kominfo, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Meski demikian sejauh ini belum dijelaskan kapan tim khusus (Timsus) mulai beroperasi.

Dilansir dari CNNIndonesia, Jhonny juga tidak menjelaskan tugas dan fungsi untuk tersebut.

Baca juga : Suicide Prevention Day: Keinginan Bunuh Diri Nggak Selalu Berbunyi “Aku Mau Mengakhiri Nyawa”

Bjroka curi perhatian

https://twitter.com/wanchenwanchen1/status/1569165228197412864?s=20&t=2gdFLMhNlLwLTuxbM87XcA

Sebagaimana diketahui, Bjorka berhasil mencuri perhatian netizen.

Dia bahkan menjual data hasil pembobolan sejumlah situs pemerintah di internet.

Salah satu yang menggemparkan adalah terkait surat-surat Presiden Jokowi.

Bjorkan menyebut sudah mengantongi surat dari BIN ke Jokowi dalam beberapa tahun terakhir.

Namun klaim itu dibantah BIN.

Hoaks itu. Dokumen BIN aman terkendali, terenkripsi secara berlapis, dan semua dokumen pakai samaran,” ujar Juru Bicara BIN Wawan Purwanto, Jumat (9/9).

Let us know your thoughts!