Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WNA Foto Telanjang di Pohon Sakral Bali, Minta Maaf dan Bersedia Bayar Ritual Pembersihan

Lagi-lagi, lokasi sakral jadi tempat foto telanjang

Baru-baru ini, viral kabar seorang warga negara asing (WNA) yang foto telanjang di pohon sakral kawasan suci Pura Babakan, Kabupaten Tabanan Bali.

Hal tersebut langsung menarik perhatian dan bikin netizen marah. Pasalnya, kejadian semacam ini nggak terjadi cuma sekali.

Embel-embel spiritual ataupun ekspresi diri seakan-akan jadi permainan, mengingat lokasi tersebut dipercayai sebagai tempat yang sakral di budaya setempat.

Sebelumnya, sempat ramai pula seorang WNA yang meng-upload video tanpa pakaian di Gunung Batur, Bali. Warga setempat melakukan upacara khusus karena hal itu.

WNA Foto Telanjang di Pohon Sakral Bali, Minta Maaf dan Bersedia Bayar Ritual Pembersihan
PC KMHDI Tabanan

Pelaku minta maaf, mengaku tak ada pengetahuan tentang lokasi

Melansir CNN, WNA yang foto telanjang di pohon kayu putih sakral itu akhirnya minta maaf.

Kepala Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, mengaku menerima info bahwa WNA itu menyerahkan diri pada Rabu (4/4).

Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia. Sya menyesali perbuatan saya,” tulis pelaku dengan akun @alina_yogi itu lewat postingannya.

Saya sangat malu, saya tak bermaksud menyinggung dengan cara apapun. Sama sekali tak ada pengetahuan tentang tempat ini. Saya barusan berdoa di bawah pohon dan langsung pergi ke kantor polisi untuk menjelaskan kejadian ini dan minta maaf,” lanjutnya.

https://www.instagram.com/p/CdIkhRoPVfh/

Bersedia membiayai ritual pembersihan, warga hadapi dengan jiwa besar

Nggak cuma itu, pelaku juga bersedia membiayai ritual pembersihan yang hendak warga lakukan di pohon kayu putih yang besar itu.

Permintaan maaf dan pembiayaan tersebut ia lakukan sebagai niat baik setelah peristiwa yang menurutnya tak sengaja.

Itu yang disampaikan suaminya kepada saya saat bertemu kemarin,” ujar Anggota DPRD Tabanan, Putu Yuni Widyadnyani, Kamis (5/4).

Menurutnya, pihak desa tak begitu mempermasalahkan soal pembiayaan.

Peristiwa ini ditanggapi oleh pihak-pihak di sini denganjiwa besar untuk melihat apa yang akan dibenahi ke depannya,” lanjutnya.

Thoughts? Let us know!

Image via @alina_yogi