Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Arab Bikin Kakbah Metaverse, Bisa untuk Ibadah Haji? MUI Angkat Bicara

Kakbah metaverse, mengunjungi Masjidil Haram dengan mudah

Sebuah kontroversi baru-baru ini datang dari inisiatif Arab Saudi yang merilis Kakbah Masjidil Haram dalam bentuk virtual reality di metaverse.

Program kunjungan Kakbah secara digital itu terealisasikan oleh Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi, bekerja sama denga Universitas Umm al-Qura.

Perilisan sejak bulan lalu ini memang membuat tempat suci umat Islam tersebut semakin mudah untuk dikunjungi.

Imam Besar Masjidil Haram Syeikh Abdurrahman Sudais pun menyebut, banyak peninggalan sejarah di Makkah yang pihaknya perlu buat di metaverse.

Arab Bikin Kakbah Metaverse, Bisa untuk Ibadah Haji? MUI Angkat Bicara
via Giphy

Bisakah ‘Ibadah Haji’ secara virtual?

Muslim akan bisa mengunjungi batu Hajar al-Aswad secara virtual berkat metaverse,” mengutip laporan CNBC.

Versi metaverse dari Kakbah ini juga, menurut seorang pejabat Arab Saudi, bisa jadi media simulasi pelaksanaan ibadah haji.

Hal ini kemudian bikin banyak orang bertanya-tanya, apakah kunjungan secara virtual itu bisa terhitung sebagai ‘ibadah haji’ sungguhan yang sah.

Haji sendiri merupakan kunjungan orang Islam ke Makkah untuk menunaikan serangkaian ibadah, salah satunya mengunjungi Kakbah.

Menanggapi ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara.

Arab Bikin Kakbah Metaverse, Bisa untuk Ibadah Haji? MUI Angkat Bicara
via Tenor

MUI: Haji virtual tidak sah

Ketua MUI Bidang Fatwa, K.H. Asrorun menegaskan, kunjungan ke Kakbah di metaverse tak bisa dipraktikan sebagai ibadah haji.

Pernyataan ini pun sejalan dengan beberapa lembaga Islam di dunia. Pasalnya, salah satu syarat ibadahnya adalah menyentuh lantai Makkah secara langsung.

Pelaksanaan ibadah haji dengan mengunjungi Kakbah secara virtual tidaklah cukup dan tidak memenuhi syarat,” jelas Asrorun, mengutip Kompas.

Ia menuturkan, ibadah ini mencakup beberapa ritual yang membutuhkan kehadiran fisik, salahs atunya ketika mengelilingi Kakbah tujuh kali putaran, alias tawaf.

Tak bisa dilaksanakan dalam hati, dalam angan-angan, atau secara virtual,” kata Asrorun.

Walau begitu, Kakbah metaverse ini bisa banyak orang manfaatkan untuk persiapan dan latihan haji. Nggak cuma itu, Kakbah dalam versi virtual ini juga bisa jadi media untuk mengenali tempat ibadah bagi banyak orang.

Tempat apa yang lo harap ada versi virtualnya? Let us know!

Baca juga: