Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cast dan Sutradara “Incantation” Ungkap Rahasia yang Bikin Filmnya Serem Banget [USS FEED Interview]

Bahas “Incantation” bareng Kevin Ko, Tsai Hsuan-yen dan Kao Ying-hsuan!

Kalo lo suka film horror, lo pasti nggak asing lagi dengan film “Incantation” yang tengah jadi perbincangan publik.

Film Taiwan yang diarahkan oleh Kevin Ko dan dibintangi Tsai Hsuan-yen & Kao Ying-shuan tersebut menuai respon positifa, bahkan digadang-gadang jadi salah satu film horror paling sukses di tahun 2022.

Beberapa waktu lalu, USS Feed berkesempatan untuk ngobrol dengan ketiganya. Here’s how it went!


Menurut kalian, apa sih yang ngebedain film horror Asia dengan film horror barat?

 

Kevin Ko: Film horror di Asia cenderung lebih “lembut” sementara film horror barat cenderung lebih “terang-terangan,” lebih banyak menggunakan elemen fisik dan elemen visual. Aku rasa itu perbedaan yang paling kentara antara keduanya.

Tsai Hsuan-yen: Film horror barat lebih “blak-blakan” banyak memberi kamu kejutan. Sementara itu, film horror Asia lebih bisa menunjukan pergumulan psikologis dan menciptakan atmosfer kuat yang mungkin bisa bikin kamu kepikiran selama beberapa malam.

Kao Ying-hsuan: Aku rasa film horror dari Asia lebih “halus” dan lebih rumit. Kamu harus bisa memahami situasi, soalnya nggak semua yang ada di film horror asia se “hitam putih” itu. Ada banyak lapisan cerita yang kamu juga harus pahami.

Sementara itu, film horror barat cenderung lebih jelas. Semuanya nampak secara kontras.

Ada yang bilang kalo film horror Asia itu lebih serem dari film horror barat. Kalian Setuju nggak?

 

Kevin Ko: Aku rasa semua horror bisa menyeramkan dengan caranya masing-masing.

Ada film horror yang seram karena situasi hidup dan mati, ada yang seram karena unsur psikologis. Karena itu, nggak ada yang lebih seram. Semua punya caranya masing-masing.

 

Salah satu hal unik dari film “Incantation” yang kami sadari adalah bagaimana film ini lebih menekankan unsur suara alias sound design alih-alih visual atau jumpscare. Apa sih yang mendorong kalian melakukan hal tersebut?

 

Kevin Ko: Kami punya gagasan untuk bikin kamu kepikiran dengan film kami tanpa menunjukkan semuanya secara visual.

Karena itu, kamu nggak akan melihat banyak adegan horror di paruh pertama film. Namun jika kamu perhatian lebih baik, kamu akan menyadari bahwa kamu menyertakan suara supaya kamu bisa memvisualisasikan sendiri unsur horror yang kami ingin sajikan.

 

Apa kesan yang kalian ingin tinggalkan buat mereka yang nonton film “Incantation?”

 

Kevin Ko: Kami ingin kamu bisa memikirkan kisah kami. Sebagai contoh, kami ingin kamu merasa takut seperti dikutuk setelah nonton film ini, atau merasa simpati dengan karakter di dalam film ini.

Jadi jika kamu merasakan hal-hal itu, kami melakukan tugas kami dengan baik.

Thoughts? Let us know!