Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Pengeroyokan Lansia Dituduh Maling, Keluarga: Tak terima papa meninggal mengenaskan

Seorang pria lansia bernama Wiyanto Halim (89) meninggal akibat pengeroyokan membabi buta yang terjadi di Jakarta Timur.

Saat itu, korban sedang mengendarai mobil, dan orang-orang menuduh dan meneriakinya ‘maling’. Aksi pengeroyokan ini terjadi di Jalan Pulo Kambing, Cakung, Jaktim, hari Minggu (23/1) kemarin.

Tewasnya korban tentu membuat pihak keluarga terpukul. Mereka pun meminta keadilan.

Pengeroyokan lansia di Jaktim, cuma karena menyerempet motor

Fakta Pengeroyokan Lansia Dituduh Maling, Keluarga: Tak terima papa meninggal mengenaskan

Kisah naas pengeroyokan lansia 89 tahun ini terjadi karena oknum-oknum yang main hakim sendiri.

Melansir Kompas, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi menjelaskan, mobil yang korban kendarai sempat menyenggol pemotor.

Karena tuduhan dan teriakan “Maling!” itu, warga berbondong-bondong mengejar mobil tersebut dan menghakiminya tanpa tahu apa yang terjadi.

Pihak kepolisian pun memastikan kalau korban bukanlah maling seperti yang orang tuduhkan.

Provokator jadi tersangka

Fakta Pengeroyokan Lansia Dituduh Maling, Keluarga: Tak terima papa meninggal mengenaskan

Seorang saksi mata mengatakan setelah mengejar dengan motor, massa memecahkan kaca mobill dengan balok kayu dan batu.

Kemudian, mereka memukuli korban dengan membabi buta. Saat itu, polisi pun tak berkutik, tak bisa menahan banyaknya massa.

Saat ini, polisi sudah melakukan penyelidikan dengan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa 14 orang.

Dari 14 orang tersebut, penyidik pun menetaplan seseorang berinisial R sebagai tersangka.

Menurut penyidik, tersangka R didusga memprovokasi orang-orang dengan berteriak maling karena tersenggol oleh kendaraan korban.

Keluarga korban mencari keadilan

Fakta Pengeroyokan Lansia Dituduh Maling, Keluarga: Tak terima papa meninggal mengenaskan
via Kompas

Anak korban pengeroyokan lansia 89 tahun itu, Bryna, mengaku tak terima sang ayah meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan.

Bryna menjelaskan, tak biasanya sang ayah pergi mengendarai mobil sendiri. Biasanya, korban hanya pergi ke luar sebentar kalau ada urusan.

Saya dari keluarga tidak menerima papa meninggal dalam keadaan mengenaskan kayak gini. Kami minta keadilan,ujar Bryna di hadapan awak media.

Ia pun berharap, kasus meninggalnya sang ayah ini bisa diusut hingga tuntas oleh pihak berwajib. Selain itu, Bryna meminta seluruh pihak untuk mengawal kasus ini.

Thoughts? Let us know!

Baca juga: