Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Legalisasi Ganja di Indonesia, Bagaimana Komentar BNN?

BNN: Belum ada pembahasan legalisasi ganja

Kabar tentang legalisasi ganja yang terjadi di Thailand memunculkan pertanyaan bagi masyarakat Indonesia tentang aturannya di negeri kita ini.

Untuk itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesai, Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose angkat suara.

Menurutnnya pihak BNN menegaskan bahwa tak ada wacana tentang pembahasan legalisasi ganja, baik untuk kebutuhan rekreasi maupun medis di Indonesia.

Ia menekankan hal tersebut, walau beberapa negara sudah mulai membuka pintu legalisasi untuk tanaman tersebut.

Tidak ada sampai saat ini pembahasan untuk legalisasi ganja. Di tempat lain ada, tetapi di Indonesia tidak ada,” ujar Petrus Golose, melansir Antara.

Legalisasi Ganja di Indonesia, Bagaimana Komentar BNN?
via Giphy

Konsisten tak membuat wacana legalisasi

Akan tetapi, itu biar di negara lain. Saya tetap konsisten untuk tidak (membahas wacana) melegalisasi ganja,” lanjut Petrus Golose.

Menurut BNN, walau beberapa negara mulai melegalkannya, masih lebih banyak negara yang mengagnggap ganja itu ilegal.

Sebut saja Amerika Serikat kebijakan di sana tak merata di semua negara bagian, tak berlaku di tingkat federal. Sementara di Asia Tenggara, baru Thailand yang melegalkan penggunaan tanaman candu tersebut.

Legalisasi Ganja di Indonesia, Bagaimana Komentar BNN?
via Gifer

Seminggu ganja legal di Thailand, penggunaan tak terkendali?

Seminggu setelah ganja dilegalkan di negeri Gajah Putih, negara tersebut harus bergegas mengeluarkan aturan baru.

Muncul kekhawatiran tentang potensi penggunaannya yang tak terkendali, di mana saja dan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.

Setelah mereka melegalkan penggunaannya pada makanan dan minuman 9 Juni lalu, para pebisnis mulai menjual ganja secara terbuka.

Kasus dugaan overdosis pun kian bermunculan, memicu kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk Kepala Organisasi Anti-Korupsi Thailand, Mana Nimitmongkol.

Tak ada tindakan pengendalian selain dari mulut ke mulut,” keluh Mana Nimitmongkol, lewat sebuah postingan.

What do you think? Let us know!

(Image: via Unsplash)