Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lomba Gali Kubur di Bogor, Hadiahnya hingga Jutaan Rupiah?

Petugas TPU di Bogor ramai-ramai ikut lomba gali kubur

Bukan sembarang lomba, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat menggelar ajang gali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rajeg, Cibinong.

Lomba tersebut mereka gelar melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertahanan (DPKPP). Dalam kompetisi yang tak biasa ini, para peserta memperebutkan uang tunai sebesar Rp5 juta.

Melansir Antara, ada total 32 penggali kubur dari delapan TPU se-Kabupaten Bogor yang ikut bersaing mengadu skill-nya masing-masing.

Lomba Gali Kubur di Bogor, Hadiahnya hingga Jutaan Rupiah?
AntaraFoto

Apresiasi profesi penting yang sering orang lupakan

Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan lomba gali kubur ini bukan sekadar lomba.

Ini merupakan. bentuk apresiasi Pemkab Bogor kepada para penggali kubur, profesi yang sering kali orang lupakan. Apalagi, mereka sudah bekerja keras terutama di masa pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, saat kasus Covid-19 sedang tinggi, para penggali kubur di daerah itu bisa menguburkan hingga 50 orang dalam sehari, dengan segala risikonya.

Esensinya bukan lomba. Tapi ingin mengangkat harkat martabat mereka sekaligus Ibu Bupati ingin mengapresiasi mereka. Karena profesi ini tersembunyi namum memiliki makna sosial yang tinggi,” ujar Ajat.

Lomba Gali Kubur di Bogor, Hadiahnya hingga Jutaan Rupiah?
AntaraFoto

Adu gali kubur dan yel-yel

Ajat menerangkan, lomba gali kubur ini diikuti petugas TPU dari Pondok Rajeg, Bogor Asri, Tahjurhalang, Babakmandang, Cipenjo, Jonggol, Rancabungur, dan Gunungputri.

Menurutnya, hanya delapam TPU yang mengikuti ajang inim karena tak semua TPU memiliki petugas yang mencukupi. Untuk menggali satu lubang kubur saja butuh minimal empat orang.

Lomba gali kubur itu berjalan lancar, dengan TPU Tajurhalang jadi juara pertama, dan TPU Jonggol jadi juara kedua.

Beberapa hal yang jadi aspek penilaiannya adalah kecepatan, kerapihan, hingga ketepatan ukuran lubang makam. Selain itu, setiap kelompok juga harus mengerahkan yel-yel terbaiknya.

Your thoughts? Let us know!

(Foto: ANTARA)