Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polda Metro Bakal Tes Urine Rutin ke Mahasiswa, Mulai November 2022

Bakal ada tes urine rutin untuk mahasiswa

Tes urine kini bakal dilakukan secara rutin ke mahasiswa.

Hal ini disampaikan oleh Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya. Tujuannya, untuk mencegah dan memutus rantai peredaran narkotika di kalangan mahasiswa.

Dalam hal ini, Polda bakal menggandeng pihak kampus untuk menggelar tes tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pilisi Mukti Juharsa mengatakan, kampus berperan sebagai barikade penjaga moral.

Kami akan membangun komunikasi dengan beberapa universitas untuk rutin melakukan tes urine,” kata Mukti, melansir Tempo.

Polda Metro Bakal Tes Urine Rutin ke Mahasiswa, Mulai November 2022
via Giphy

Mulai November 2022 di Jakarta

Sejauh ini, Mukti belum memastikan kampus mana saja yang pihaknya ajak kerja sama. Polda Metro Jaya bertujuan untuk menekan angka pengguna narkotika di Indonesia, khususnya Jakarta.

Nanti kita akan join dengan beberapa universitas untuk melakukan tes urine bersama. Semoga program ini bisa sukses dan lancar menekan angka pengguna yang akan di Jakarta dan Indonesia,” ia menambahkan.

Yang pasti, program ini bakal dilaksanakan di kampus-kampus Jakarta mulai bulan November 2022 ini.

Nanti kita bicarakan, sudah masuk program kita ya tes urine, nanti insyaallah bulan depan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, proses tes ini bakal dilakukan sebulan sekali.

Polda Metro Bakal Tes Urine Rutin ke Mahasiswa, Mulai November 2022
via Giphy

Angka pengguna narkotika naik, menurut data BNN

Latar belakang diadakannya tes urine rutin ini adalah kenaikan pengguna narkotika di Indonesia menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

Data BNN mencatat kenaikan pengguna narkotika yang tadinya 1,8 persen di tahun 2019 jadi 1,95 persen pada 2021.

Selain itu, data tersebut juga menyebutkan sebagian besar (88,4 persen) penyalahgunaan narkotika di Indonesia disebabkan oleh pengaruh teman.

Hal ini yang kita khawatirkan, bahwa kenaikan pengguna sudah cukup meningkat di wilayah Indonesia,” ujar Mukti.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: via Unsplash)