Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polisi Menemukan Kuburan Korban yang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat

Lebih dari satu korban tewas di kerangkeng Bupati Langkat

Sejumlah kuburan manusia yang sempat menghuni kerangkeng di rumah Bupati Langkat nonaktif berhasil polisi temukan.

Bukan cuma praktiknya yang ilegal, ada dugaan penganiayaan terhadap penghuni kerangkeng hingga meninggal dunia.

Kuburan sudah ditemukan di beberapa titik oleh tim,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi, melansir CNN.

Hadi belum menjelaskan detil lokasi kuburan tersebut. Bagaimanapun, ada dugaan lebih dari satu penghuni kerangkeng tewas.

Polisi Menemukan Kuburan Korban yang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat
via Giphy

Komnas HAM: proses rehabilitasi di sana penuh kekerasan fisik

Komnas HAM melakukan investigasi untuk menelusuri apa yang terjadi di kerangkeng milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin itu.

Berdasarkan penelusuran, kekerasan kerap terjadi hingga menyebabkan sejumlah orang tewas.

Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam menyebutkan proses rehabilitasi yang terjadi di dalam penuh dengan catatan kekerasan fisik hingga menghilangkan nyawa.

Semua orang yang pergi ke sana niatnya adalah rehabilitasi. Tempatnya adalah rehabilitasi tapi tidak berizin,ujar Choirul Anam.

Polisi Menemukan Kuburan Korban yang Tewas di Kerangkeng Bupati Langkat

Polisi menyelidiki lebih lanjut

Sejauh ini, Polda Sumut menyebut puluhan saksi sudah mereka mintai keterangan. Selain itu, mereka juga mengumpulkan sejumlah barang bukto.

Iya, adanya dugaan penganiayaan hingga lebih dari satu orang tewas di kerangkeng Bupati Langkat, dan kita masih tersu mendalaminya,” ujar Hadi Wahyudi, melansir Detik.

Ia mengatakan pihaknya terus menggali keterangan dan informasi lain. Pasalnya, mereka menemukan pemakaman korban tewas dugaan penganiayaan ini di sejumlah lokasi.

Sebelumnya, polisi mencatat ada 656 orang yang menjadi penghuni kerangkeng manusia tersebut. Jumlah itu merupakan total penghuni sejak tahun 2010.

Baca juga::