Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Positif Covid Bikin Batal ke Bali, Orang ini Ketahuan Malah Jalan-Jalan di Malang

Gagal ke Bali gara-gara positif Covid

Aksi pria yang mengaku positif Covid ini tak gagal bikin netizen geram. Pasalnya, bukannya menjalani isolasi mandiri, ia malah dengan leluasa berwisata di kota Batu dan Malang, Jawa Timur.

Lewat postingannya, akun bernama Reza Fahd Adrian mengaku berencana untuk pergi wisata ke Bali bersama keluarnganya.

Namun rencana itu gagal ketika mendapat hasil tes positif saat hendak menyeberang pulau dengan kapal feri di Gili Ketapang.

Batal ke Bali karena mau nyeberang feri di Gili Ketapang malah positif Covid-19. Akhirnya keliling Batu-Malang dan sekitarnya,” tulis akun itu di statusnya.

Positif Covid Bikin Batal ke Bali, Orang ini Ketahuan Malah Jalan-Jalan di Malang
via Tenor

Jalan-jalan hingga supermarket disegel sementara

Pria yang mengaku positif Covid itu pun cukup berani untuk membagikan foto-foto liburannya bersama keluarga. Ia terlihat asyik berbelanja di supermarket, walau tahu kondisinya bisa membahayakan orang sekitar.

Benar saja, supermarket itu kena imbasnya.

Satu pegawai hasil testing antigen positif. Maka kami ambil tindakan tutup sementara,ujar Wali Kota Malang Sutiaji yang bakal menutup supermarket tersebut 14 hari ke depan.

Pemilik akun Reza Fahd Adrian itu bersembunyi di balik pembelaan bahwa varian Omicron punya gejala yang ringan. Ia pun mengaku ‘alumni’ varian Delta.
Gejalanya tenggorokan gatel agak sedikit sakit seperti radang, badan sumer dan bersin-bersin sedikit, yah seperti divaksin Moderna. Tapi jalan-jalan jalan terooss,” tulisnya.

Positif Covid Bikin Batal ke Bali, Orang ini Ketahuan Malah Jalan-Jalan di Malang
via Tenor

Polisi ambil tindakan

Melansir CNN, Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Eko Novianto mengatakan pihaknya sudah mengirimkan sruat kepada pemilik akun Reza Fahd Adrian untuk memberi klarifikasi.

Polresta Malang Kota telah mengirimkan surat undangan kepada pemilij akun tersebut guna melakukan klarifikasi di Polresta Malang Kota terkait unggahannya,” kata Eko.

Sejauh ini, pihak polresta sudah melakukan pemantauan digital terhadap gelagat yang bisa membahayakan banyak orang tersebut.

Kalau Omicron in i terkena pada pasien yang lansia dan belum divaskin ternyata masih bisa menyebabkan gejala serius bahkan meninggal dunia,” tambahnya.

Baca juga: