Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ritual di Pantai Payangan Jember Berujung Maut, 11 Orang Tewas

‘Ritual Ketenangan’ di Pantai Payangan berujung maut

Sebuah ritual oleh Kelompok Tunggak Jati Nusantara di Pantai Payangan, Desa Sumerejo, Jember, Jawa Timur berujung maut.

Pasalnya, insiden pada Minggu dini hari itu menyebabkan 11 orang anggota tewas terseret ombak sekitar pukul 00.25 WIB. Sementara itu, 13 anggota lainnya selamat.

Kapolres Jember AKBP Herry Purnomo menyebut ritual yang kelompok ini lakukan adalah ‘ritual ketenangan’.

Kami belum memastikan ritualnya. Namun, menurut informasi warga, itu ritual ketenangan katanya,” ujar AKBP Herry, mengutip JPNN.

https://m.jpnn.com/news/mengerikan-ritual-berujung-maut-11-orang-tewas
via Kompas

Polisi mengusut pidana

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait ritual di Pantai Payangan yang berujung maut ini.

Saat ini, Polres Jember tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi ritual ini.

Polisi akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, terutama korban selamat untuk mengetahui latar belakang terjadinya peristiwa ritual itu dan nanti kami lihat apa ada indikasi pidana,” ujar Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo.

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Arya Wiguna pun mengatakan pihaknya masih mencari unsur pidana di balik ‘ritual ketenangan’ di Pantai Payangan.

Masih kami dalami kasus ritual itu. Kalau ada unsur pidananya, maka bisa dijerat Pasar 359 KUHP tentang Kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang, apalagi ada warga sekitar yang sebelumnya sudah mengingatkan agar tak menggelar ritual di tepi laut,” pungkasnya.

Ritual di Pantai Payangan Jember Berujung Maut, 11 Orang Tewas
via Antara

Penggelaran ritual dan berbagai tujuannya

Mengutip Tribunnews, Hery mengatakan ritual tersebut kelompok itu jalankan untuk berbagai tujuan.

Di antaranya, untuk menyelesaikan masalah keluarga, melancarkan usaha, hingga untuk mendapatkan pekerjaan.

Kata guru spiritual mereka masalah-masalah itu bisa diselesaikan secara ritual di Pantai Payangan,” ungkap Hery.

Kronologinya, pertama peserta membaca doa-doa di pinggir pantai. Setelah itu, mereka mulai beranjak ke laut. Kemudian mereka menabur bunga dan membentuk dua barisan saling bergandengan tangan serta menyucikan diri mandi di laut.

Ketika ritual itu mereka jalankan, tiba-tiba datang ombak besar menghantam.

Menurut korban selamat, mereka tidak melihat ombak yang datang dari arah kanan, tiba-tiba menerjang. Di sana ada tebung yang menghalangi pandangan,” jelasnya.

Baca juga: