Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Serial Horor “Teluh Darah” Tayang Perdana di Busan International Film Festival

Masuk Busan International Film Festival ke-27

Industri film Indonesia perlahan tapi pasti terus unjuk gigi di kancah internasional, dan kini giliran serial horor berjudul “Teluh Darah”.

“Teluh Darah” bakal hadir di Busan International Film Festival (BIFF) 2022. Dalam festival film tersebut, serial ini masuk ke program “On Screen”.

Hal ini pun diumumkan oleh The Walt Disney Company Asia Pacific. Selain itu, mereka juga mengumumkan masuknya serial “Connect” dari Korea ke program tersebut.

Lewat siaran persnya, mereka mengumumkan partisipasinya di BIFF ke-27 dengan pemutaran eksklusif kedua serial tersebut.

Serial Horor "Teluh Darah" Tayang Perdana di Busan International Film Festival
via GIphy

“Teluh Darah”, serial horor Indonesia yang masuk BIFF

Serial horor bertajuk “Teluh Darah” ini merupakan produksi Rapi Films, garapan dan aeahan sutradara Kimo Stamboel.

Dengan genre thriller, serial ini bercerita tentang dunia menjadi terbalik setelah sebuah keluarga menjadi target serangan ilmu hitam. Berbagai kejadian mistis pun bermunculan usai terjadinya serangan.

Dengan tekad melindungi keluarganya, sang tokoh utama, Wulan, bertekad mencari pelaku yang menyerang.

Kami sangat senang dan merasa terhormat telah diundang untung mendebutkan serial original kami yang akan datang, “Teluh Darah” dan “Connect”, di Busan International Film Festival ke-27,” kata Executive Vice President, Original Content Strategy, The Walt Disnet Company APAC, Carol Choi, melansir Antara.

Serial Horor "Teluh Darah" Tayang Perdana di Busan International Film Festival
via Tenor

BIFF digelar 5-14 Oktober

Busan International Film Festival merupakan event tahunan yang digelar di Korea Selatan. Festival film ini sudah dimulai sejak gelaran pertamanya 13 September 1996 silam.

Tahun ini, di gelaran ke-27, BIFF bakal berlangsung pada tanggal 5-14 Oktober mendatang.

BIFF sendiri merupakan festival film terbesar di Korea yang dinikmati pada penonton maupun pembuat film di berbagai penjuru dunia.

What are your thoughts? Let us know!