Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Studi: Membelai Anjing Terbukti Membantu Meningkatkan Fungsi Kerja Otak Manusia

Membelai anjing meningkatkan kinerja otak

Kira-kira kamu tahu nggak, bahwa ada studi yang mempelajari tentang bagaimana memelihara anjing dapat mempengaruhi peningkatan kesehatan otak manusia?

Kamu nggak salah denger! Studi yang dilakukan oleh para peneliti membuktikan bahwa dengan memelihara anjing, terbukti dapat membantu untuk meningkatkan kesehatan pada otak.

Jadi, memelihara hewan berbulu satu ini tidak hanya dapat meningkatkan jumlah hormon endorfin.

Berdasarkan studi yang dilakukan di Swiss

Berdasarkan hasil dari sebuah studi paling baru, yang dipublikasi di dalam jurnal PLOS ONE, membuktikan fakta baru bahwa petting dog atau membelai anjing mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.

Dilansir dari CNN, para peneliti yang tergabung dalam sebuah prjoect penelitian membtuktikan bahwa saat seseorang membelai anjing, akan meningkatkan kinerja dari bagian otak yang bertugas mengawasi cara manusia dalam berpikir menjadi semakin baik.

Bagian otak yang bertugas mengawasi cara manusia dalam berpikir atau korteks frontal, akan memiliki fungsi yang meningkat setelah petting dog.

“Kami memilih untuk menyelidiki bagian korteks frontal karena area otak ini terlibat dalam beberapa fungsi eksekutif seperti perhatian, memori kerja, dan pemecahan masalah, juga proses sosial dan emosional,” ujar Rachel Marti selaku ketua tim peneliti, yang juga merupakan mahasiswi doktoral di divisi psikologi klinis dan intervensi bantuan hewan di University of Basel di Swiss, dikutip dari CNN.

photo of man hugging tan dog
via Unsplash

19 orang jadi objek penelitian yang gunakan alat berteknologi tinggi

Studi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan alat Spektroskopi Inframerah-Dekat yang digunakan oleh para peneliti.

Alat Spektroskopi Inframerah-Dekat adalah sebuah alat dengan teknologi canggih yang dapat memindai otak secara portabel.

Alat ini dapat memberikan fleksibiltas, sebab memiliki fungsi dalam pengaturan yang alami namun tak terbatas meski dalam ruangan tertutup seperti di laboratorium.

Para peneliti menggunakan teknik pengukuran aktivitas otak lewat saturasi oksigen darah yang terdapat pada otak kepada 19 orang peserta.

Seluruh 19 orang peserta tersebut diminta untuk melakukan interaksi dan pengamatan dengan satu anjing.

19 peserta disuruh memilih satu dari tiga ekor anjing pilihan yang sudah  disediakan:Golden Retriever, Russell Terrier, dan Goldendoodle.

closeup photography of woman holding adult golden retriever
via Unsplash

What are your thoughts? Let uss know!