Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Twitter Kementerian Kelautan Kena Hack, Jadi Akun Jualan NFT

Akun Twitter Kementerian Kelautan kena hack!

Bukan pertama kalinya akun resmi pemerintah kena retas hacker, kali ini Twitter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang jadi sasarannya.

Berdasarkan kronologinya, akun Twitter KKP (@kkpgoid) mulai ‘berubah’ sejak Rabu, 30 Maret malam. Tertulis, bio akun tersebut menjadi “Marketing of @The PossessedNFT“. Username-nya pun ditambah dengan kata “pssssd“.

Tak seselsai di situ, kini username dan bio-nya berganti lagi, masih seputar jualan NFT, tentunya. “Sneaker Heads – MINT“, tulis nama di akun Twitter resmi itu.

LIMITED MINT FOR FEW HOURS – MINT BEFORE SOLD OUT “, tulis bio mereka, dikutip Kamis (31/3), 08.30 WIB.

Namun, nama @kkpgpoid masih terus mereka pakai.

Twitter Kementerian Kelautan Kena Hack, Jadi Akun Jualan NFT

Jadi akun jualan NFT

Berdasarkan cuitan para hacker akun resmi milik Kementerian Kelautan dan Perikanan itu, terlihat bahwa mereka menjual NFT melalui platform OpenSea.

Timeline mereka kini didominasi oleh cuitan ulang dari akun @ThePossessedNFT yang berisi karya-karya gambar NFT.

Dari yang terlihat di laman akun @kkpgoid tersebut, KKP terakhir mengunggah cuitannya pada hari Selasa, tanggal 29 Maret. Cuitan itu terkai tengan tambak udang modern yang terintegrasi.

Namun, sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari sang pemilik akun mengenai peretasan ini.

Twitter Kementerian Kelautan Kena Hack, Jadi Akun Jualan NFT
via IceGif

Bukan pertama kali akun kementerian kena hack

Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bukanlah korban pertama yang akun resminya kena hack.

Sebelum ini, contohnya, ada Twitter milik Kementerian Keuangan (@KemenkeuRI) yang di-hack pada bulan Februari tahun 2021 lalu.

Saat itu, pihak Kemenkeu langsung berkoordinasi dengan pihak Twitter.

Betul (di-hack), kami langsung menghubungi head of Public of Policy-nya Twitter Indonesia,” kata kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu, Rahayu Puspasari, melansir Detik, Senin (22/2/2021).

Saat itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat atau pengikut akun tersebut untuk tidak mengklik unggahan para hacker.

What are your thoughts? Let us know!