Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Aksi Jual Kaos Kaki, Air Sisa Mandi Hingga Kentut Makin Marak, Kenapa?

Jual kaos kaki bekas seharga kaos kaki baru, tapi laku

Beberapa waktu yang lalu, seorang pengguna Twitter membagikan akun di sebuah platform jual beli online yang memperdagangkan kaos kaki bekas.

Nggak tanggung-tanggung, barang dagangan tersebut dibanderol dengan harga mulai dari Rp80 ribu hingga ratusan ribu. Meski terkesan konyol, catatan transaksi kaos kaki kotor tersebut menyebut bahwa produk itu sudah dibeli beberapa kali.

Jika kalian telusuri lebih lanjut, aksi serupa pun ternyata cukup umum terjadi.

Baca juga: The Last of Us Episode 2 Pecahkan Rekor, Jumlah Penonton Naik 22%

Jual Kentut Hingga Air Sisa Mandi

Pada bulan Desember 2021, ada sosok asal Amerika Serikat bernama Stephanie Matto yang menjual kentut dalam toples dengan harga USD500 atau sekitar Rp14,4 juta.

Lalu ada sosok Belle Delphine asal Inggris yang menjual air bekas mandinya dengan harga USD30 (sekitar Rp447 ribu) per botol. Yang menarik, semuanya terjual habis!

Perilaku beli kaos kaki bekas atau kentut adalah bagian dari paraphilias alias ketertarikan seksual terhadap objek, situasi, atau seseorang yang tidak biasa.

Misalnya olfactophilia yang bikin pengidapnya terangsang terhadap bau badan, terutama yang bersumber di area kelamin.

Selain itu ada pula mysophilia yang bikin pengidapnya punya ketertarikan seksual terhadap objek kotor seperti kaos kaki atau pakaian dalam bekas.

Baca juga: Pemkot Depok Buat 118 Titik Punya WiFi Gratis, dari Masjid sampai JPO

Trus gimana?

Perlu diketahui, paraphilia berbeda dengan parahilic disorder. Sementara yang pertama memicu dorongan dan kebiasaan seksual yang tidak biasa, yang kedua bisa menyebabkan rasa sakit terhadap diri sendiri dan orang lain.

Jika memang sudah merugikan, pengidapnya sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter untuk mengidentifikasi dan mendapatkan perawatan yang tepat.

Your thoughts? Let us know!

 

(Foto: Belle Delphine, MGM. Inc)