Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ang Rita Sherpa “Snow Leopard” Everest, Tutup Usia

Meninggal dunia pada usia 72 tahun, Ang Rita Sherpa dikenal sebagai manusia super

Bagi para pecinta alam dan pendaki gunung, Ang Rita Sherpa bukanlah sosok asing. Mendapat sebutan “manusia super Everest”, beliau adalah orang pertama yang berhasilkan menaklukan Everest tanpa bantuan Oksigen. Selain itu, Sherpa juga dijuluki “Snow Leopard” karena berhasil mendaki sepuluh puncak Everest selama hidupnya.

“Dia menghembuskan napas terakhirnya di rumah putrinya di Kathmandu, pada usia 72 tahun,” begitu tutur Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Nepal. Diketahui sejak 2017, Sherpa menderita stroke dan terbaring di tempat tidur sejak saat itu.

Dapatkan penghargaan dari Guiness World Records

Selama hidupnya, Rita Ang Sherpa banyak mencatatkan prestasi yang luar biasa. Pada tahun 1987, dia berhasil mencapai puncak gunung setinggin 8.848 meter (29.000 kaki) tanpa oksigen tambahan untuk pertama kalinya.

Guiness World Records sendiri pernah menganugerahi piagam penghargaan pada tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan karena Sherpa merupakan satu-satunya orang di dunia yang berhasil mendaki Gunung Everest sebanyak sepuluh kali tanpa bantuan botol oksigen. Rekor tersebut masih dipegang olehnya sampai saat ini.

Julukan “snow leopard” yang diberikan padanya juga merupakan sebuah gelar penghormatan dari para pendaki. “Dia aktif seperti macan tutul salju di pegunungan dan itu unik, itulah mengapa persaudaraan pendaki memutuskan memberi gelar snow leopard (macan tutul salju) sebagai suatu kehormatan,” begitu tutur Ang Teshring Sherpa.

Ang Rita Sherpa akan selalu jadi inspirasi

Selama hidupnya, Rita Ang Sherpa banyak mencatatkan prestasi yang luar biasa. Pada tahun 1987, dia berhasil mencapai puncak gunung setinggin 8.848 meter (29.000 kaki) tanpa oksigen tambahan untuk pertama kalinya.
via Jernih.co

Kepergian Sherpa meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang. Meski demikian, para pendaki menuturkan kalau selamanya Ang Rita akan menjadi inspirasi bagi mereka dan kursus pelatihan pendakian Nepal juga diambil dari pengalaman dan keterampilannya.

Wisata gunung kami berhutang banyak padanya,” tutur Santa Bir Lama sekalu presiden Asosiasi Pendaki Nepal (ASN). Departemen pariwisata Nepal juga mengatakan kalau kontribusi Ang Rita pada pendakian gunung akan selalu di kenang.

Jasad Ang Rita Sherpa saat ini sudah dipindahkan ke sebuah biara di Kathmandu dan akan di kremasi pada akhir pekan ini.

Source : Republika.co & Merdeka.com

Rest in love legend!