Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bikin Konten Horor di Rumah Kosong, 10 YouTuber Dilaporkan ke Polisi

10 YouTuber dilaporkan

Konten lagi-lagi jadi alasan orang berperilaku kelewatan. Kali ini, seorang warga kota Bandung melaporkan 10 content creator yang menggunakan rumah mendiang ibunya untuk konten horor tanpa izin.

Ada sepuluh orang YouTuber yang dilaporkan,” ujar pemilik rumah.

Menurut laporannya, rumah di Jalan Sawah Kurung, Kota Bandung itu sudah kosong semenjak ibunya meninggal pada bulan November 2020 lalu.

Warga bernama Erma Hermina itu mengaku kaget setelah mendapat laporan dari anaknya bahwa rumah tersebut masuk dalam salah satu video di YouTube.

Kalau kejadiannya saya dengan tidak sengaja lihat dari YouTube anak saya tanggal 1-2 April di rumah peninggalan ibu saya,” ujar Erma, melansir Detik Jabar.

Bikin Konten Horor di Rumah Kosong, 10 YouTuber Dilaporkan ke Polisi
via Tenor

Bikin konten horor di rumah kosong tanpa izin

Ia menjelaskan, rumah itu sudah kosong sejak ibunya meninggal dunia selama dua tahun ke belakang.

Rumah itu ditinggalin ibu saya meninggal, November ini dua tahun (kosong), anak saya tanggal 13 Agustus 2021 dan tanggal 14 Februari 2022 lewat kadaan masih biasa,” ia menambahkan.

Sebelum ini, ia sebagai pemilik rutin membersihkan rumah tersebut, namun berhenti setelah sakit.

Saya selalu beres-beres rumah itu, tapi waktu itu saya nggak bisa beres-beres karena sakit. Sebetulnya ahli waris punya kunci semua, saya juga kaget, pertama saya lihat namanya Azis Nur Rahman judul videonya tuh tiga tahu terbengkalai rumah kosong,” Erma menjelaskan.

Bikin Konten Horor di Rumah Kosong, 10 YouTuber Dilaporkan ke Polisi
via Giphy

Lokasi sudah diberi garis polisi?

Erma menegaskan kalau konten horor tersebut dibuat tanpa izin para ahli waris, termasuk dirinya. Ia pun mengatakan kejadian ini sudah dilaporkan ke Polda Jawa Barat.

Sudah bikin LP, sudah bikin SP2HP dan saya juga sudah dapat, lokasi sudah di-police line semuanya, satanya sudah dilengkapi,” ujar Erma.

Dalam hal ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan bahwa laporan sudah pihaknya terima dan kini sedang diselidiki.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: Unsplash)