Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dua Coffee di Washington DC Terkena Imbas Demonstrasi

Baru buka sehari, kedai Dua Coffee terpaksa harus tutup lagi

Aksi demonstrasi yang terjadi di New York yang tengah menuntun keadilan atas kematian George Floyd berujung pada aksi penjarahan. Ini tentunya sangat berdampak pada bisnis-bisnis yang berada di lokasi demonstrasi.

Hal ini ternyata juga dialami oleh salah satu bisnis warga negara Indonesia di Amerika Serikat, Dua Coffe yang letaknya di Washington DC. Hal ini diketahui lewat Instagram resmi Co-Owner Dua Coffee, @vivitkavi dalam unggahannya tiga hari lalu.

Ini kronologinya

Dalam unggahannya, Vivit Kavi memperlihatkan tampak depan kaca dari kedai Dua Coffee di Washington DC ini. Ia pun juga menerangkan kronologi kejadian yang menimpa kedainya.

Berdasarkan kutipan unggahannya, ia mengatakan bahwa kedai Dua Coffee ini sudah ditutup sejak pukul 14.00 waktu setempat, sehingga para karyawannya bisa pulang sebelum 16.00. Perkiraannya pun tepat, karena aksi demonstrasi dimulai jam 16.00 waktu setempat.

Double Wall Selamatkan Dua Coffee Milik WNI dari Penjarahan Demo ...
via Instagram / @vivitkavi

We quickly went to our store after we discovered our storefront glass has been shattered from the chaos that took place last night,” tulis Vivit Kavi dalam unggahannya.

Meski kaca depan pecah berserakan, ia bersyukur bahwa aksi demonstrasi tidak sampai menjarah barang-barang yang ada di dalam kedai. Karena sebenarnya, kaca kedai tersebut terdiri dari dua lapisan sehingga sulit dipecahkan.

Baru buka sehari, langsung tutup lagi

Dari Cipete ke Washington, Ini Fakta 'Dua Coffee' yang Jadi Korban ...
via Instagram / @vivitkavi

Sejak berlangsungnya pandemi virus corona ini, kedai Dua Coffee di Washington DC ini sudah ditutup sejak 21 Maret 2020 silam. Hal ini tentunya untuk mengindahkan aturan pemerintah setempat untuk menekan penyebaran Covid-19.

Setelah kurang lebih tiga bulan tidak beroperasi, tepat tanggal 30 Mei 2020 kedai ini sudah kembali dibuka, namun para pelanggan hanya bisa membelinya untuk dibawa pulang. Begitu juga proses transaksi yang harus dilakukan secara online untuk meminimalisir kontak antar karyawan dan pelanggan.

Namun baru satu hari beroperasi, kedai yang lokasinya sangat dekat dengan Gedung Putih ini harus ditutup lagi sampai situasi aksi demonstrasi ini sudah dirasa lebih aman.