Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Festival Tawuran: Usul Pemkot Jaksel Pakai Roti dan Tomat untuk ‘Senjata’

Apa maksud dari Pemkot Jaksel?

Usulkan Festival Tawuran, apa maksud dari Pemkot (Pemerintah Kota) Jakarta Selatan?

Bukan tanpa sebab, Pemkot Jakarta Selatan (JakSel) mengusulkan Festival Tawuran merupakan langkah dari concern mereka terhadap maraknya kasus tawuran.

Khususnya kasus yang terjadi di wilayah Jakarta. Salah satu wilayah yang sering jadi ‘spot favorit’ untuk tawuran adalah Kelurahan Manggarai, Jakarta Selatan.

Langkah kurangi aksi tawuran

Crows Zero GIF - Crows Zero - Discover & Share GIFs
via Tenor

Usulan diadakannya festival tersebut disampaikan langsung oleh Ali Murthado selaku Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Walikota Jakarta Selatan.

Usul tersebut sudah Ali sampaikan kepada Ade Ary selaku Kapolres Jakarta Selatan.

Ide festival unik ini rencananya diadakan dalam bentuk aksi penurunan kasus tawuran yang marak terjadi di kalangan pelajar Indonesia.

“Dalam perencanaan kami, dalam bincang-bincang bersama Pak Kapolres juga karena ini udah membludak ya ini mau enggak dibikin festival tawuran,” kata Ali pada event ‘Silaturahmi dan Pengukuhan Tim Anti Tawuran’ yang berlokasi di Jakarta Selatan, pada Selasa (11/10) kemarin.

Roti dan tomat jadi ‘senjata’

Crows GIF - Find on GIFER
via Gifer

Ide dari pemkot Jakarta Selatan tersebut rencananya akan diselenggarakan dengan agenda mengganti benda-benda tumpul atau benda tajam dengan yang lebih aman.

Ali Murthado menyampaikan Festival Tawuran akan menggunakan roti dan tomat sebagai ‘senjata’ untuk menyerang lawan.

Biasanya tawuran menggunakan benda berbahaya sebagai senjata seperti batu, kayu balok, dan segala macam jenis senjata tajam.

Festival ini rencananya akan menggunakan benda-benda yang unik dan memiliki efek yang minim menyakiti orang lain.

“Pak Wali lagi mikirin apa ini kita bikin festival tawuran saja ya diubah dari batu mungkin jadi tomat berubah dari batu menjadi roti biar menjadi sesuatu yang unik,” ujar Ali.

Ide tersebut kabarnya saat ini masih dalam proses brainstorming dan masih harus dikaji ulang oleh Pemkot Jakarta Selatan dalam beberapa aspek.

What are your thoughts? Let uss know!