Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kanye West: Kebangkitan dan Kejatuhannya di Dunia Fashion

The rise and the fall of Kanye West

Kanye West bukan sosok yang asing di industri kreatif.

Bermula dari ranah musik, mantan suami Kim Kardashian tersebut memperluas portfolionya ke bidang fashion yang tak jarang menuai respon positif.

Sayangnya beberapa waktu belakangan nama Kanye West kian bersinonim dengan kontroversi.

Here’s what has happened so far.

Kanye West GIFs - Get the best GIF on GIPHY

Baca juga: Kenapa Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan di Dunia, Lima Kali Berturut-Turut

Dari anak magang hingga kerja sama dengan adidas

Langkah Kanye di ranah fashion dimulai dengan menjadi anak magang di Fendi bersama founder Off-White, Virgil Abloh pada tahun 2009.

Di tahun yang sama, ia sempat akan menggarap labelnya sendiri, dibantu dengan Virgil Abloh dan Kim Jones (artistic director Dior yang ketika itu menjabat sebagai men’s Louis Vuitton). Sayangnya, label tersebut tidak pernah dirilis secara resmi. Kanye pun tidak pernah memberikan penjelasan kenapa label tersebut tidak pernah melancarkan debutnya.

Pada bulan Oktober 2011, rapper tersebut merilis koleksinya sendiri yang bertajuk Dw by Kanye West, sebuah koleksi fashion yang jadi penghormatan buat ibunya yang tutup usia pada tahun 2007, Donda West.

Meski koleksi perdananya menuai reaksi negatif, koleksi kedua DW by Kanye West yang dirilis pada tahun 2012 disebut-sebut sebagai sebuah perkembangan buat Kanye West. Di koleksi tersebut, ia mengusung tema yang lebih muted dan dengan skema warna yang lebih netral, kontras dengan koleksi pertamanya yang lebih bernuansa maksimalisme.

Kanye West Paris Fashion Show Spring 2012: DW by Kanye West
DW by Kanye West (Foto: The Daily Beast)

Kiprahnya di dunia fashion kian menggema berkat label Yeezy yang dirilis pada tahun 2012.

Meski kini label tersebut telah dikontrak adidas, pada mulanya Yeezy berkolaborasi dengan Nike. Keduanya sempat bekerja sama membuat koleksi Red October Yeezy 2 yang berhasil bikin para sneakerhead dan pecinta fashion excited.

Namun meski siluet tersebut menuai reaksi positif. Kanye merasa tak puas dengan royalti yang ia dapatkan, juga perilisannya yang berkali-kali ditunda.

Hal ini pun mendorongnya memutuskan kerja sama dengan Nike sebelum sepatu tersebut dirilis, dan berpindah ke adidas dan merilis debut Yeezy pada 2015.

Koleksi Yeezy Season 1 menuai reaksi positif. Reaksi senada juga terjadi ketika ia memperkenalkan siluet Yeezy Boost 750 dan Yeezy 350.

Kanye secara konsisten menuai kesuksesan serupa juga ketika ia merilis koleksi-koleksi Yeezy lainnya.

Sejumlah brand besar pun akhirnya tertarik untuk bekerja sama dengan sang rapper. Beberapa di antaranya adalah Balenciaga, hingga Gap yang sempat ingin mengontrak Kanye selama 10 tahun.

Baca juga: Tolak Presiden Xi Jinping 3 Periode, Warga Cina Bikin “Revolusi Toilet”

Kontroversi Kanye West

Meski kerap menuai reaksi positif, Kanye West tak lepas dari kontroversi.

Celotehannya soal isu ras, sosial dan politik, ampuh bikin nama-nama besar di ranah fashion ogah melanjutkan kerja sama dengan sang rapper.

Puncaknya adalah ketika sang rapper tersebut menggunakan akun Twitter-nya dan bercuit “I’m a bit sleepy tonight but when I wake up I’m going death con 3 On Jewish People.”

Istilah “death con 3” sendiri mengacu pada DEFCON (The Defence Readiness Condition), akronim yang digunakan pasukan militer Amerika buat mempersiapkan diri terhadap serangan.

Gap misalnya. Label tersebut awalnya berniat untuk bekerja sama dengan Kanye selama 10 tahun, namun keduanya memutuskan untuk memutuskan kerja sama setelah hanya 2 tahun karena Gap diduga tidak memenuhi kewajiban kontrak.

Ia juga menuai kritik setelah merilis Yeezy Season 9 yang juga menyertakan t-shirt bertuliskan “White Lives Matter,” yang bertentangan dengan pergerakan sosial di Amerika Serikat. Slogan tersebut juga kerap digunakan oleh kelompok white supremacist dan kini dikenal sebagai ujaran kebencian di negara tersebut.

Nggak kapok dengan kritik, Kanye terus melontarkan ujaran antisemitis yang ditujukan kepada kaum Yahudi dan Latin dalam sebuah wawancara.

Hal ini berimbas pada penangguhan akun media sosial Kanye di Twitter dan Instagram.

Kanye juga sempat mengejek adidas, menuding label tersebut “memperkosa” dan mencuri desain Yeezy. Hal ini pun membuat adidas meninjau kerja samanya dengan Yeezy.

Sementara itu, Balenciaga, Vogue dan Anna Wintour (editor-in-chief Vogue) memutuskan hubungan mereka dengan Kanye.

“Balenciaga tidak lagi punya hubungan dan tidak berencana untuk melakukan kerja sama dengan sang seniman di masa depan,” jelas Kerring, perusahaan induk Balenciaga.

Your thoughts? Let us know!

 

Kanye Kanye West GIF - Kanye Kanye West Roblox Kayne - Discover & Share GIFs