Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kapolda Metro Jaya: Pengecekan Urine Bukan Paksaan

Imbauan kepada orang tua untuk tekan angka narkoba

Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Irjen Fadil Imran sempat memberi imbauan pada para orang tua untuk rutin melakukan pengecekan urine kepada anaknya.

Hal ini untuk mengetes mereka yang diduga telah mencoba maupun menjadi pengguna narkoba.

Irjen Fadil pun mengatakan, tes ini merupakan sebuah langkah pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Jakarta yang kian meningkat.

Jadi, kalau ada anaknya yang sudah agak teler-teler dikit, daripada menunggu dia tertangkap, lebih bagus rutin cek urine,” kata Fadil, melansir Antara.

Kapolda Metro Jaya: Pengecekan Urine Bukan Paksaan
via Tenor

Rencana pengecekan urine di kampus

Sebelumnya, ada pula rencana kerja sama dengan kampus untuk melakukan pengecekan urine.

Namun menurutnya, kegiatan tes ini tak dilakukan dengan paksaan. Ia menyampaikan hal tersebut saat menanggapi ungkapan BEM SI.

Kemarin adek-adek BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) salah persepsi. Kami bukan memaksa untuk mengecek,” ujarnya.

Pihaknya cuma mengajak semua kalangan untuk melakukan pengecekan demi mendeteksi narkoba.

Semua golongan semua umur, semua profesi, termasuk polisi, wajib untuk melindungi diri dan keluarganya,” tambah Irjen Fadil.

Kapolda Metro Jaya: Pengecekan Urine Bukan Paksaan
via Tenor

Langkah penanganan narkoba DKI Jakarta

Data yang diterima Polda Metro Jaya dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI tahun 2020 dan 2021 membuktikan kasus penyalahgunaan narkoba di DKI Jakarta naik dari 1,8 persen jadi 1,95 persen.

Langkah-langkah yang mereka ambil pun mencakup rehabilitasi para pengguna, serta penangkapan para bandar maupun pengedar.

Cara terampuh untuk memerangi narkoba ini adalah memutus mata rantai antara peredaran gelap dan penyalahgunaan korban. Supply dan demand-nya ini kami harus putus,” ujar Fadil.

Ia menambahkan, penempatan pengguna narkoba di penjara justru tak efektif.

Tidak ada gunanya mereka para pengguna ditempatkan di penjara,” katanya.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: via Unsplash)