Korsel Berikan Tunjangan ke Anak Muda

Pemerintah Korea Selatan berencana memberikan tunjangan hidup bulanan sebesar 650.000 won (Rp7,7 juta) untuk masyarakat berusia 9 hingga 24 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah. Tujuannya, agar kaum anak muda penyendiri di Korsel mau keluar rumah.

Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga Korsel mengungkapkan bahwa insentif ini diberikan agar kaum muda yang “penyendiri” ini kembali ke kehidupan sehari-hari mereka dan masuk ke dunia sosial. 

Nggak hanya tunjangan hidup, mereka juga bisa mengajukan subsidi untuk berbagai hal, seperti kesehatan, edukasi, konseling, layanan hukum, aktivitas budaya, dan lain-lain. 

Sumber: BBC World News & The Guardian

Scared South Korea GIF by TIFF

(via Giphy)

Respons Ahli Soal Kebijakan Ini

“Kebijakan ini pada dasarnya adalah kebijakan kesejahteraan. Meski tampak baik untuk mencoba berbagai pendekatan demi bisa meningkatkan populasi usia pekerja, ini tak dapat dilihat sebagai solusi jangka panjang untuk menyelesaikan masalah populasi di sini.”

  • Profesor Ilmu Politik di Universitas Myongji Shin Yul. 

Fenomena “Hikikomori” di Korea Selatan

Sebagaimana dilansir Channel News Asia, kebijakan ini menyasar anak muda yang mengalami “hikikomori.” Hikikomori merupakan istilah Jepang yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi “penarikan sosial ekstrem.” 

Tak hanya itu, menurut The Korea Institute for Health and Social Affairs, sekitar 350 ribu warga Korsel berusia 19 sampai 39 dinilai terisolasi dan kesepian. 

Alasan Pemerintah Korsel Ngasih Tunjangan Buat Anak Muda “Penyendiri”

  • Mendukung stabilitas emosi dan psikologis mereka.
  • Membantu orang-orang yang menarik diri dari dunia sosial. 
  • Menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan populasi usia kerja.
  • Mencari cara menyelesaikan masalah rendahnya angka kelahiran. 

Sumber: The Week

Nggak Hanya Korsel, Hikikomori Juga Terjadi di Jepang

Menurut survei Kantor Kabinet Jepang, sekitar 1,46 juta orang yang masuk kategori populasi pekerja di negara mengalami hikikomori. Angka ini mencakup sekitar 2% dari populasi berumur 15 sampai 64 tahun di Jepang. 

18,1% orang berusia 15-64 tahun: Menarik diri dari dunia sosial akibat pandemi Covid-19.

20,8% orang berusia 15-39 tahun: Menjadi hikikomori karena memiliki kesulitan terkait hubungan interpersonal.  

Sumber: The Japan Times

Waving South Korea GIF by Madman Entertainment

(via Giphy)

TL;DR

Pemerintah Korea Selatan akan memberikan tunjangan hidup bulanan sebesar 650.000 won (Rp7,7 juta) untuk masyarakat berusia 9 hingga 24 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah. Alasannya, agar kaum anak muda penyendiri di Korsel mau keluar rumah.

What are your thoughts? Let us know!

(Photo courtesy by Shutterstock)