Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Penampakan UFO Jadi Topik Rapat Pemerintah AS, setelah 50 Tahun

Pemerintah AS buat rapat untuk bahas penampakan UFO

Pertama kalinya sejak 50 tahun terakhir, pemerintah Amerika Serikat membahas tentang penampakan unidentified flying object (UFO).

Bukan dalam sembarang forum, pembahasan ini mereka adakan dalam rapat dengar pendapat. Menurut laporan dari Science Alert, rapat itu mereka adakan untuk membahas dokumen penampakan objek aneh di udara.

Dokumen yang rilis tahun lalu itu berisi 140 kemunculan UFO yang terdeteksi pesawat tentara AS dan pilotnya.

Penampakan UFO Jadi Topik Rapat Pemerintah AS, setelah 50 Tahun
via San Diego Union-Tribune

Dari 140, cuma ada satu yang bisa diidentifikasi

Dalam rapat tersebut, pihak mereka cuma mampu mengidentifikasi satu dari total 140 penampakan benda yang diduga UFO. Satu benda yang mereka identifikasi itu adalah balon udara yang sangat besar.

Selain itu, untuk pertama kalinya video benda yang diduga UFO dipertontonkan. Objek berwarna hitam itu terbang melewati pesawat tempur AS dengan kecepatan hipersonik.

Wakil Direktur Intelijen Kelautan, Scott Bray, yang hadir dalam rapat pun mengatakan, ia tak punya penjelasan objek apakah itu.

Pasalnya, selama ini UFO masih berupa konspirasi yang sampai sekarang belum ada bukti konkret keberadaannya.

Penampakan UFO Jadi Topik Rapat Pemerintah AS, setelah 50 Tahun
via Giphy

Pentagon ungkap 400 penampakan UFO

Pentagon mengungkap telah menemukan 400 fenomena UFO dalam laporan mereka. Jumlah tersebut meningkat drastis dari laporan yang rilis November 2021 sebanyak 144 temuan.

Temuan yang mereka rekap tahun lalu itu merupakan kompilasi selama periode 2004 hingga 2021.

Wakil Direktur Intelijen Angkatan Laut AS, Scott Bray, peningkatan secara drastis ini terjadi karena berkurangnya stigma terkait UFO, sehingga pelapor-pelapor baru pun bermunculan.

Kami sudah melihat peningkatan jumlah pesawat atau objek asing dan atau tidak dikenal, serta area pelatihan kontrol militer dan area pelatihan dan wilayah udara lain,” ujar Bray, mengutip ABC News.

What are your thoughts? Let us kn0w!

(Image: via Unsplash)