Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Festival Musikal Indonesia Hadirkan Konsep Musikal Khas Tanah Air

Sejarah musikal di Indonesia sudah ada sejak 1950-an lewat film

Sebelum Festival Musik Indonesia, sejarah musikal di Tanah Air sudah berjalan sejak berdekade-dekade yang lalu.

Di Indonesia, musikal lebih dikenal dekat lewat film. Dalam sejarahnya, film musikal di nusantara dimulai pada era 1950-an, lewat film berjudul “Bintang Surabaja” (1951) garapan sutradara dan penulis Utomo (Fred Young).

Selanjutnya, dua film musikal Indonesia yang cukup terkenal garapan Usmar Ismail, yaitu “Tiga Dara” (1956) dan Asmara Dara (1958).

Dua film ini lah yang jadi batu loncatan dunia musikal di tengah film-film konvensional yang ada pada masa itu.

Festival Musik Indonesia Hadirkan Konsep Musikal Khas Tanah Air

Perjalanan musikal hingga era 2000-an

Tak berhenti sampai di situ, kejayaan film musikal di Indonesia juga ditandai demnngan adanya film “Cinta Pertama” dan “Badai Pasti Berlalu” yang diangkat dari novel Marga T. era ’70-an.

Sementara itu, masih di era yang sama, pertunjukan musik “Rock Opera Ken Arok” karya Harry Roesly pun hadir di Gedung Merdeka, Bandung, 12 April 1975. Ini jadi momen penting kebangkitan pentas teater, dimana pentas bisa dinikmati siapa saja, dari latar belakang manapun.

Pada periode 1990-an dan awal 2000-an, konsep musikal dalam pertunjukan tari maupun teater mulai hadir secara utuh oleh kelompok seni pertunjukan.

Sementara itu, puncak musikal melalui film muncul pada era ini, lewat film “Petualangan Sherina” garapan Riri Riza dan Mira Lesmana, dan Elfa Secioria sebagai penata musik.

Salah satu kelompok tari yang terus konsisten menyajikan musikal yaitu EKI Dance Company dengan deretan genre-nya. Mereka pun mengadopsi kisah-kisah kekinian dengan balutan keberagaman Indonesia.

Festival Musik Indonesia Hadirkan Konsep Musikal Khas Tanah Air

Musikal hari ini, hingga Festival Musikal Indonesia

Beberapa waktu lalu, dunia media sosial ramai dengan adanua serial musikal karya Indonesia Kaya (Bakti Budaya Djarum) yang mengadaptasi kisah-kisah tanah air, termasuk “Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai” karangan Marah Rusli (1922).

Serial garapa Garin Nugroho ini berhasil mendekatkan kembali cerita dalam sastra Indonesia kepada generasi muda, dengan musikal yang segar.

Kini, Festival Musikal Indonesia 2022 bakal hadir pada 20-21 Agustus mendatang. Festival ini ada untuk merangsang industri musikal di Indonesia lebih jauh lagi.

Bukan sekadar mengarah ke broadway, Festival Musikal Indonesia bakal menghadirkan konsep musikal tersendiri khas Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang bisa jadi sumber dalam proses instrumen pertunjukan musikal.

Festival ini diselenggarakan oleh Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbud Ristek, bersama dengan Yayasan Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI).

Mulai dari EKI Dance Company, FlodanzSoka, Jakarta Movin, Artswara, Kampus Betawi, Swargaloka, hingga Teman Production bakal tampil di acara ini.

Thoughts? Let us know!