Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Gerhana Bulan Total Terhalang Cuaca Buruk di Beberapa Daerah

Gerhana Bulan Total gagal disaksikan

Dijadwalkan akan menampakkan diri pada Selasa 8 November 2022, Gerhana Bulan Total gagal disaksikan oleh masyarakat di berbagai daerah.

Beberapa daerah di Indonesia gagal untuk menyaksikan Gerhana Bulan Total (GBT) karena cuaca yang tidak cerah.

GBT enggan menampakkan diri karena di sebagian wilayah Indonesia pada Selasa malam kemarin diselimuti awan tebal bahkan dilanda hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Awan gelap dan hujan jadi alasan

Cloudy GIFs | Tenor
via Tenor

Planetarium Jakarta Pusat adalah salah satu tempat yang mengadakan acara peneropongan peristiwa Gerhana Bulan Total.

Banyak masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan GBT secara langsung dengan bantuan alat teropong.

Sayangnya, acara yang diadakan pada pukul 17.58 WIB tersebut tidak berjalan dengan lancar karena ternyata awan gelap menutupi area peneropongan di Planetarium.

“Tentu secara visual kalau ada mendung dan awan tidak bisa terlihat. Ini kita kerja sama dengan 21 lokasi di Indonesia, dari Ambon hingga Aceh,” kata Widya Sawitar, pembicara dari Planetarium Jakarta, kepada wartawan pada Selasa 8 November 2022 kemarin.

Cuaca buruk merata di sejumlah wilayah

Eclipse GIFs - Get the best GIF on GIPHY
via GIPHY

Banyak masyarakat Indonesia yang kecewa karena gagal menyaksikan peristiwa terjadinya GBT secara langsung.

Beberapa di antaranya seperti yang dirasakan para pengunjung Planetarium, Jakarta Pusat.

Mereka sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan secara langsung gerhana dengan bantuan teropong.

Namun sayangnya tidak ada yang bisa dilakukan karena faktor kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

Bukan hanya di Planetarium, acara peneroppongan peristiwa Gerhana Bulan Total ini juga dilakukan oleh beberapa wilayah di sekitar Indonesia.

“Gerhana tidak dapat terlihat karena tutup awan puncaknya itu pukul 19.42 WITA. Itu berakhir masa puncak gerhana. Cuaca kurang baik, awan cukup tebal sehingga tidak bisa diamati,” ujar Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, Selasa, November 2022.

What are your thoughts? Let uss know!