Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Jailangkung: Sandekala, Gabungan Mitos, Ritual dan Drama Keluarga

Jailangkung: Sandekala siap teror layar lebar

Kisah ritual Jailangkung kembali diangkat ke layar lebar dengan judul Jailangkung: Sandekala.

Uniknhya, film ini menggabungkan beberapa elemen yang belum ada sebelumnya; mulai dari mitos, ritual hingga drama keluarga.

Baca juga: Rayap Dukung Global Warming Menurut Para Ahli

Jailangkung: Sandekala, kisah mencekam yang bermula dari liburan keluarga

Film tersebut diarahkan oleh Kimo Stamboel dan dibintangi Titi Kamal, Syifa Hadju, Dwi Sasono, Muzakki Ramdhan dan Giulio Parengkuan dengan rating 13+ ke atas.

Kisahnya fokus pada sebuah keluarga yang tengah liburan ke luar kota.

Namun tak disangka, petaka datang ketika mereka membuat detour ke sebuah area danau wisata. Di sinilah anak paling kecil bernama Kinan (Muzakki Ramdhan), tiba-tiba secara misterius menghilang tanpa jejak saat matahari terbenam.

Keluarga kecil tersebut putus asa untuk mencari sang anak yang hilang misterius di daerah yang terkenal mempunyai legenda yang dikenal dengan sebutan Sandekala. Hilangnya Kinan tidak meninggalkan jejak, hanya sebuah boneka Jailangkung yang mereka temukan di tengah-tengah pencarian mereka. Pelan-pelan mereka terperangkap ke dalam suatu keadaan yang tak mereka mengerti.

Baca juga: Kacamata Pembunuh Berantai Jeffrey Dahmer Dijual Seharga Rp2,2 Miliar

Reboot, bukan lanjutan

Perlu diketahui, film ini adalah reboot dan bukan lanjutan dari kisah-kisah yang sebelumnya sudah ada.

“Untuk versi terbaru ini, bersama Kimo Stamboel, kami menggabungkan ritual Jailangkung yang sudah familiar di masyarakat dengan mitos Sandekala yang juga tak asing, kemudian untuk memperkuat ceritanya kami memilih drama keluarga yang harus berhadapan dengan kehilangan seorang anak. Kami harap eksplorasi ini dapat menarik bagi penonton Indonesia,” jelas Wicky V. Olindo, produser dari Sky Media.

Kimo Stamboel yang menjadi sutradara dan juga menulis film ini bersama Rinaldy Puspoyo menjelaskan, “Film ini akan tetap fresh dengan tema keluarga yang kental. Walaupun yang dulu ada, tapi di sini kita melakukan hal berbeda, nightmare skenario yang bisa dirasakan oleh keluarga, hal itu yang gue coba kedepankan dalam cerita Jailangkung Sandekala. FIlm ini mempunyai keseruan roller coaster ride.”