Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Polisi Amankan Perempuan yang Todongkan Senjata Api ke Paspampres di Istana

Bawa senjata api jenis FN

Seorang perempuan diamankan polisi setelah menodongkan senjata api ke Paspampres di Istana Keptesidenan Jakarta.

Kejadian itu berlangsung pada Selasa, 25 Oktober pukul 07.00 pagi tadi di Jalan Medan Merdeka Utara.

Perempuan yang mengenakan cadar itu diduga berusaha menerobos masuk ke dalam istana.

Menurut cuitan Komisaris BUMN, Dede Budhyarto (@kangdede78) perempuan itu membawa senjata api berjenis FN.

Kronogi penodongan senjata

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengungkap kronologi penodongan senjata api oleh perempuan yang belum diketahui identitasnya tersebut.

Sebelumnya perempuan bercadar itu diketahui sedang berjalan di trotoar dari arah Harmoni ke Medan Merdeka Utara.

Tepat di pintu masuk Istana Negara, dia menghampiri anggota Paspampres yang sedang siaga, dengan menodongkan senjata api jenis FN,” kata Latif, melansir Kompas.

Kemudian, polisi lalu lintas yang melihat kejadian itu langsung menangkapnya dan mengamankan senjata api yang ia todongkan.

Anggota langsung merebut senpi dari tangan wanita atau orang tak dikenal tersebut. Tadi satu orang perempuannya. Sekarang masih diperiksa oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” tambahnya.

Tak membawa KTP, hanya kitab suci

Para petugas yang menangkapnya langsung menggeledah tas perempuan tersebut. Saat diperiksa, ia tak membawa kartu identitas sama sekali.

Perempuan itu pun diduga berusia sekitar 25 tahun. Saat sedang diamankan, polisi menemukan senpi jenis FN, tas hitam, kitab suci, dompet kosong, dan ponsel.

Bagaimanapun, menurut Komandan Pasukan Pengamanan Presiden, Marsda TNI Wahju Hidajat Soedjatmiko, insiden ini terjadi bukan upaya penerobosan ke Istana Kepresidenan.

Jadi perempuan tersebut tidak menerobos Istana. Tapi justru berawal dari kewaspadaan anggota kami (Paspampres) yang langsung menghampiri perempuan tersebut dan perempuan tersebut langsung mengacungkan senjata ke arah anggota (Paspampres),” kata Wahju dari siaran pers.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: via Shutterstock)