Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Studi: Vegetarian Lebih Berisiko Alami Gejala Depresi Dibanding Pemakan Daging

Vegan dua kali lipat berpotensi depresi daripada pemakan daging

Menurut penelitian, vegan ternyata berpotensi dua kali lipat mengalami gejala depresi daripada mereka yang makan daging hewan.

Temuan ini pun menunjukkan adanya korelasi positif antara banyaknya kasus depresi yang terjadi dengan diet tanpa daging.

Hmm Thinking GIF - Hmm Thinking Think - Discover & Share GIFs

Baca juga: Demonstrasi Mahsa Amini In a Nutshell: Semua yang Lo Harus Tau

Penelitian diet vegetarian dengan gejala depresi

Studi ini dilakukan dengan melibatkan 14.216 partisipan berusia antara 36 hingga 74 tahun dan dilakukan selama lebih dari enam bulan.

Diet mereka lalu dievaluasi menggunakan instrumen Clinical Interview Schedule-Revised, sebuah alat untuk mendiagnosa gangguan kesehatan mental yang umum terjadi.

“Gejala depresi lebih umum ditemukan pada individu-individu yang tidak makan daging, terlepas dari faktor sosio-ekonomi dan gaya hidup,” demikian ditulis dalam kesimpulan penelitian, seperti dilansir New York Post.

Thinking Hmm GIF - Thinking Hmm Relaxing - Discover & Share GIFs

Baca juga: CEO Google Ajak Karyawan Untuk Hemat, ‘Nggak Perlu Duit untuk Bersenang-senang’

Bukan karena kurang nutrisi

Meski begitu, para peneliti tidak mengetahui kenapa diet vegetarian mempengaruhi gejala depresi.

Pasalnya mereka tidak menemukan adanya faktor kekurangan nutrisi karena diet vegetarian.

“Kurang nutrisi tidak menjelaskan keterkaitan ini. Penyebab utamanya masih belum jelas, dan data longitudinal (pengukuran berulang di periode waktu berbeda) diperlukan untuk memperjelas hubungan sebab-akibat ini.”

Your thoughts? Let us know!