Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Twitter Bakal Blokir Pengguna yang Nge-tweet Link dari Platform Lain

Twitter Terus Perbarui Diri

Twitter terus “memperbarui diri” melalui kebijakan-kebijakan baru semenjak pergantian Elon Musk menjadi CEO.

Sebelumnya platform media sosial tersebut dikabarkan akan menambah jumlah karakter dalam satu unggahan cuitan menjadi 4000 karakter.

Saat ini, mereka rencananya bakal memblokir segala macam tautan yang mengaitkan ke media sosial lainnya.

Rencana Larangan Semua Jenis Tautan dalam Unggahan

Mengutip dari CNN, Twitter berencana untuk melarang semua tautan (link) yang mengarahkan penggunanya untuk berpindah aplikasi.

Tautan yang mengarahkan ke aplikasi media sosial kompetitor seperti misalnya Post, Mastodon dan Truth Social bakal dilarang.

Tidak hanya itu, link media sosial seperti Instagram dan Facebook pun turut masuk ke dalam daftar terlarang.

Bagi pengguna yang melanggar, akan diberikan sanksi berupa penghapusan akun.

“Secara spesifik, kami akan menghapus akun yang dibuat hanya untuk mempromosikan platform media sosial lain dan konten yang berkaitan atau nama pengguna untuk platform berikut: Facebook, Instagram, Mastodon, Truth Social, Tribel, Nostr, dan Post,” tulis Twitter lewat akun resminya.

Alasan di Balik Rencana yang Bisa Jadi Bencana

Dianggap terlalu berisiko, langkah dari Twitter ini dinilai sebagai bentuk usaha untuk menciptakan ekosistem yang tertutup dan dapat terkontrol.

Perusahaan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut bertujuan untuk tetap menerima traffic dari situs-situs lain, tetapi tetap menginginkan user enggan meninggalkan Twitter.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan traffic kunjungan dalam aplikasi media sosial tersebut.

Hal yang menjadi pengecualian adalah platform dengan ikon burung berwarna putih ini tetap menerima konten berbayar seperti advertisements atau promosi lainnya dari manapun.

Let uss know your thoughts!

Image via Unsplash