Imbas masalah ini, Daihatsu menghentikan operasional keempat pabriknya di Jepang. 

Perusahaan otomotif Daihatsu, yang berada di bawah naungan Toyota, mengakui bahwa mereka memanipulasi uji keamanan kendaraan produksinya selama 30 tahun. Permasalahan uji keamanan tersebut melibatkan total 64 model kendaraan dan 3 mesin kendaraan.

Sebagaimana dilansir Kyodo News, kendaraan tertua yang mengalami masalah uji keamanan ini diproduksi pada 1989. 

Akibat masalah ini, Daihatsu memutuskan untuk menghentikan operasional keempat pabriknya yang berada di Jepang, pun menghentikan pengiriman seluruh model kendaraan produksi Daihatsu yang kini sedang diproduksi di Jepang maupun luar negeri. 

 “Kami mengkhianati kepercayaan konsumen kami. Seluruh kesalahan merupakan tanggung jawab manajemen,” kata Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira dalam konferensi pers di Tokyo pada 20 Desember 2023, dikutip dari Kyodo News. 

Movie gif. Lucy tries unsuccessfully to smash Gru into the trunk of a blue car in Despicable Me 2.

(via Giphy)

Kronologi Kasus Uji Keamanan Daihatsu

28 April 2023: 

  • Daihatsu mengonfirmasi terjadinya ketidaksesuaian prosedur dalam pendaftaran persetujuan uji tabrakan samping pada 4 model kendaraan yang dikembangkan Daihatsu untuk pasar luar negeri. 
  • Sebanyak 88 ribu kendaraan yang dibuat di Thailand dan Malaysia pada 2022 dan 2023 terlibat dalam masalah ketidaksesuaian ini. 

15 Mei 2023: 

  • Daihatsu membentuk Komite Pihak Ketiga Independen untuk menyelidiki ketidaksesuain tersebut. 
  • Pada bulan yang sama, Daihatsu mengumumkan penghentian produksi model kendaraan hybrid di Jepang karena masalah “ketidaksesuaian” yang mirip.

20 Desember 2023: 

  • Daihatsu mengungkapkan ada 174 kasus uji keselamatan baru yang melibatkan 25 item. Ketidaksesuaian tersebut ditemukan di 64 model dan 3 mesin produksi Daihatsu, termasuk di produk yang sudah tidak diproduksi. 
  • Daihatsu memutuskan menghentikan sementara pengiriman seluruh model Daihatsu yang kini diproduksi di Jepang dan di luar negeri. 

26 Desember 2023:

  • Daihatsu menghentikan sementara operasional seluruh pabriknya di Jepang, yakni di Ikeda, Shiga, Kyoto, dan Oita. 

Sumber: Daihatsu & The Japan Times

“Ini (masalah uji keamanan Daihatsu) dimulai pada April ketika muncul isu tes tabrakan dipalsukan. Setelah itu, komisi independen Toyota menemukan lebih banyak masalah, termasuk airbags dan tes kecepatan. Sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa produk aktualnya tidak aman, tetapi yang sepertinya terjadi adalah mereka menguji sebuah mobil dengan sebuah komponen, kemudian menjual mobil dengan komponen lain, sehingga itu menjadi isu yang besar.”

Langkah Daihatsu Untuk Benahi Masalah Ini

  • Secara sementara menghentikan pengiriman seluruh model kendaraan yang mereka buat, di Jepang maupun luar negeri. 
  • Menghentikan sementara operasional seluruh pabriknya di Jepang.
  • Memberikan kompensasi terhadap 423 pemasok dalam negeri yang memiliki hubungan bisnis langsung dengan mereka selama pabrik berhenti beroperasi. 
  • Berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk memproses tindakan yang diperlukan. 
  • Menerapkan kebijakan pencegahan agar masalah ini tidak muncul kembali di masa depan, berdasarkan rekomendasi Komite Pihak Ketiga Independen. 

Sumber: Daihatsu & BBC World News.

Muppets gif. Kermit the Frog (left) and Fozzie Bear (right) dance and sing together in a car. Kermit is playing a banjo in the passenger seat while Fozzie drives. They move left to right in sync with one another.

(via Giphy)

TL;DR

Perusahaan otomotif Daihatsu, yang berada di bawah naungan Toyota, mengaku bahwa mereka memanipulasi uji keamanan kendaraan produksinya. Permasalahan uji keamanan ini melibatkan total 64 model kendaraan dan 3 mesin kendaraan, pun mulai tersorot sejak April 2023. 

What are your thoughts? Let us know!

(Photo courtesy by Shutterstock)