Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Berhak Jatuh Cinta

HIV/AIDS di Indonesia

Penyebaran virus HIV di Indonesia semakin melonjak. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menunjukkan bahwa ada 519.158 ribu kasus pengidap HIV di Indonesia per Juni 2022.

Sebelumnya, orang-orang juga sempet ramai ngomongin soal kasus HIV di kalangan mahasiswa daerah Bandung. Fakta ini seharusnya bukan hal yang mengagetkan karena virus tidak pernah memandang status seseorang.

Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya

 Setiap tanggal 1 Desember Hari AIDS Sedunia diperingati. Slogan “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya” pasti meramaikan berbagai sisi kota dan dunia maya.

Berbagai penyuluhan dari kota hingga pelosok dilakukan untuk menggaungkan kampanye ini. Namun, apa ada yang benar-benar paham slogan ini?

Dalam sebuah artikel yang dimuat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri yang berjudul Formalitas Slogan “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya”, dikatakan kalau membagikan slogan adalah hal yang baik. Namun, akan lebih baik lagi jika kesadaran ini dibentuk jadi aksi yang nyata.

Pasalnya, selama ini Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) mengalami perundungan dan dikucilkan di masyarakat. Sentimen akan penyakit yang dianggap selalu didapatkan dari perbuatan yang tak terpuji ini merupakan ketidakadilan bagi ODHA.

Slogan “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya” memiliki semangat untuk memanusiakan ODHA—bahwa ODHA berhak untuk hidup normal di tengah masyarakat sebagai manusia. Dengan kata lain, jika ciri-ciri dasar manusia adalah bergerak, bernafas, dan berkembang biak, ODHA berhak atas itu semua. Belum lagi jika bicara soal Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilindungi Undang-Undang.

Yang diketahui adalah, ODHA belum dapat sembuh sekarang, belum ada obat yang ditemukan. Para pengidap harus hidup dengan fakta tersebut dalam segala kesulitan yang dihadapi.

Buat masyarakat, seharusnya menyesuaikan diri untuk memanusiakan ODHA bukanlah hal yang begitu sulit dibanding perjuangan mereka.

 

ODHA Berhak Jatuh Cinta

Hak lain yang sama pentingnya adalah jatuh cinta dan menjalaninya. Baik dalam bentuk hubungan sebagai kekasih atau bahtera pernikahan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Profesor Zubairi Djoerban beberapa bulan lalu sempat membuat cuitan soal ini. Ia menegaskan kalau ODHA memiliki harapan hidup dan layak untuk menjalani hidupnya, khususnya menikah.

“Sebenarnya, bolehkah ODHA menikah? Lihat dulu rekam medis atau medical record-nya. Kalau viral load (VL) tidak terdeteksi dan kondisinya amat baik, kenapa tidak. Yang lebih krusial lagi adalah memberi tahu pasangan bahwa Anda itu berstatus ODHA. Harus terbuka,” ujarnya.

Dilansir dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kemenkes, Viral Load (VL) adalah pemeriksaan darah yang dilakukan untuk mengukur jumlah virus HIV dalam tubuh peng

idap. 

Tes VL idealnya dilakukan kepada pasien yang sudah melakukan pengobatan pada 6 bulan pertama, kemudian 12 bulan berikutnya dan kemudian bisa dilakukan secara rutin 12 bulan sekali atau juga pada ODHA yang dicurigai mengalami kegagalan pengobatan.

Hasil Viral Load > 100.000 Copy/ml menunjukan jumlah virus yang tinggi di dalam darah. Hasil Viral Load < 10.000 Copy/ml menunjukan jumlah virus dalam darah rendah. Hasil Viral Load < 20 Copy/ml menunjukan bahwa virus tidak terdeteksi. 

Semakin rendah nilai Viral Load pada ODHA maka semakin kecil risiko menularkan HIV ke orang lain.

Jadi, tak semua ODHA itu bisa menularkan virus HIV.

Bahkan, ada beberapa kisah pasangan yang sudah menikah selama bertahun-tahun dengan salah satu dari mereka positif tidak tertular hingga kini.

Mitos Ciuman Menularkan HIV

Entah siapa yang memulai menyebarkannya, di masyarakat, dipercayai kalau aktivitas ciuman bisa menularkan HIV. Padahal, sebenernya nggak seperti itu.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu, M. Kes, ada empat cara penularan virus, yaitu:

  1. Hubungan seks yang nggak aman,
  2. Berbagi jarum suntik sama banyak orang,
  3. Kontaminasi darah, dan
  4. Ibu hamil positif HIV dan janinnya.

Beliau menambahkan kalau virus HIV nggak akan nular kalau ciuman, berpelukan, penggunaan WC bersama, bersentuhan, menggunakan alat makan bersama, gigitan nyamuk, dan tinggal serumah bersama ODHA.

Let us know your thoughts!