Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Para Ahli Prediksikan dan Ungkap Kapan Oksigen Bakal Hilang dari Bumi

Saat Ini Melimpah, Suatu Hari Nanti Habis

Pernahkah kalian berpikir bahwa oksigen yang saat ini digunakan makhluk hidup untuk bernapas akan hilang suatu hari nanti?

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Para ilmuwan menghitung kapan waktunya jumlah oksigen yang melimpah, suatu saat nanti bisa hilang dari bumi.

Baca juga: Los Angeles Darurat Gelandangan yang Jumlahnya Paling Melonjak di Amerika Serikat

Studi yang Menghitung Umur dari Oxygen

Berdasarkan laporan yang dilansir dari ScienceAlert, oksigen di bumi akan benar-benar hilang dalam beberapa miliar tahun ke depan.

Meskipun perhitungan dari para ilmuwan membuktikan jika hal tersebut akan benar terjadi miliaran tahun ke depan, ada hal yang perlu diperhatikan.

Proses terjadinya pengurangan jumlah oksigen di muka bumi, melaju dengan sangat cepat.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2021 lalu.

Baca juga: Perombakan Twitter, Kali Ini Elon Musk Bakal Tambah Limit Cuitan Jadi 4000 Karakter

Para Ahli Ungkap Waktu Oksigen Benar-benar Hilang dari Bumi

Para ilmuwan di bidangnya menguji perhitungan tersebut dengan permodelan dengan gunakan teknik biogeochemistry yang digabungkan dengan iklim.

Keduanya digunakan untuk dapat menghitung umur oksigen yang tersisa di atmosfer Bumi.

Setelah itu para ahli juga turut menerapkan pendekatan stokastik untuk menemukan jika masa hidup oksigen di atmosfer yang memiliki kadar lebih dari 1% level untuk saat ini yakni 1,08-0,14 miliar tahun.

“Model ini memproyeksi bahwa deoksigenisasi atmosfer akan cenderung dipicu sebelum kondisi lembap karena efek rumah kaca pada sistem iklim Bumi dan kehilangan air permukaan yang luar biasa dari atmosfer,” demikian bunyi dari tulisan para ahli dalam jurnal Nature.

Baca juga: 2 Orang Warga NTT Temukan Potongan Jari dalam Sayur Lodeh yang Dibeli di Warung Makan

Let uss know your thoughts!

Image via NASA