Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wakil Gubernur Jawa Barat Minta Maaf Sebut “Bullying Hal Biasa”

Komentar yang seakan mewajarkan bullying

Respon Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, terhadap kasus naas seorang bocah yang meninggal usai mengalami bullying membuat masyarakat marah.

Beberapa waktu lalu, seorang anak SD dari Tasikmalaya meninggal dunia diduga karena depresi setelah dirundung teman-temannya dan dipaksa menyetubuhi kucing.

Namun Uu hanya berkomentar, ia tak yakin bahwa korban benar-benar menyetubuhi kucing.

Saya lihat video ya gak mungkin apalagi anak kecil, dan biar lebih jelas ‘itu’ juga gak bangun, secara kasat mata di video tidak ada persetubuhan,” ujarnya hari Sabtu (23/7).

Menurutnya, bercanda sesama teman sebaya merupakan hal yang wajar. Tentunya, hal ini membuat masyarakat murka.

Wakil Gubernur Jawa Barat Minta Maaf Sebut "Bullying Hal Biasa"
via Tenor

Wakil Gubernur Jawa Barat akhirnya minta maaf

Usai cibiran dari netizen, Wakil Gubernur itu pun menyampaikan permintaan maaf terkait komentarnya terkait bullying.

Jadi pertama permohonan maaf telah menyampaikan hal semacam itu (menganggap bullying biasa),” ujarnya, melansir Detik.

Menurut pengakuannya, ia tak bermaksud menyinggung pihak mana pun.

Saya sampaikan di saat sedang bercanda, dulu mah poyokan itu biasa. Itu (bullying) tidak boleh sebenarnya. Saya mohon maaf atas kesalahan statement. Itu salah. Oleh karena itu, saya mohon maaf,” lanjutnya.

Wakil Gubernur Jawa Barat Minta Maaf Sebut "Bullying Hal Biasa"
via Tenor

Kelanjutan kasus bullying, tiga orang jadi tersangka

Saat inim polisi sudah menetapkan tiga orang jadi tersangka atas aksi bullying berbalut animal abuse di Tasikmalaya.

Jadi sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga otang anak yang ada dalam video itu,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jawa Barat, melansir DetikJabar.

Nantinya, mekanisme penanganan bakal mereka lakukan sesuai dengan sistem peradilan anak sesuai UU nomor 11 tahun 2012.

Kata Ibrahim, tiga anak itu sudah melanggar ketentuan Pasal 80 Juncto Pasal 76 C UU Nomor 35 tentang Perlindungan Anak. Bagaimanapun, tiga tersangka itu tak ditahan.

What are your thoughts? Let us know!

(Image: via Unsplash)