Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Wakil Kepala Sekolah Intoleran SMAN 52 Dinonaktifkan, usai Jegal Calon Ketos

Wakil Kepala Sekolah intoleran jegal calon Ketua OSIS

Lagi-lagi terjadi kasus intoleransi di sekolah, kali ini datangnya dari Wakil Kepala Sekolah (wakepsek) SMA Negeri 52 Jakarta terkait kasus pemilihan ketua OSIS.

Kasus serupa sempat terangkat beberapa bulan lalu, di mana pemilihan ketua OSIS malah disertai campur tangan guru intoleran.

Dalam pemilihan itu, guru yang juga menjabat sebagai wakepsek tersebut melarang siswanya untuk memilih calon ketua OSIS nonmuslim berinisial PI di antara calon lainnya.

Iya Pak E diberhentikan sementara dari jabatan wakil kepala sekolah untuk memudahkan pemeriksaan selanjutnya,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan II Jakarta Utara, Purwanto, melansir CNN.

Wakil Kepala Sekolah Intoleran SMAN 52 Dinonaktifkan, usai Jegal Calon Ketos
via Giphy
Baca juga: Guru SMA Dimutasi, Larang Pilih Ketua OSIS Nonmuslim?

Ada bukti rekaman suara

Pemberhentian ini dilakukan setelah pihak Suku Dinas Pendidikan II melakukan pemerikksaan kasus.

Dari pemeriksaan pada sejumlah pihak terkait, mereka mendapatkan bukti rekaman suara E mengarahkan agar memilih calon beragama muslim saja.

Purwanto mengatakan, sanksi ini sudah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Pertengahan Agustus 2022 lalu sudah saya kumpulkan semua kepala sekolah SMA dan SMK di SMAN 115. Terkait salah poinnya tindakan bully dan SARA. Cuma implementasinya sekian tapi ada saja yang lolos,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah Intoleran SMAN 52 Dinonaktifkan, usai Jegal Calon Ketos
via Tenor

Kasus sampai ke DPRD DKI Jakarta

Awalnya, dalam seleksi Ketua OSIS ini ada lima orang siswa yang lolos ke tahap wawancara kandidat.

Tanggal 28 September 2022, ada tiga siswa yang lolos namum PI bukan salah satunya. Kejanggalan sudah ia rasakan sejak tahap wawancara.

Saat itu, proses berlangsung begitu cepat dibandingkan calon-calon lainnya.

Kemudian, kasus ini terdengar ke anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah.

Pihaknya kini memiliki bukti rekaman suara yang berisi E merancang strategi supaya calon ketua OSIS nonmuslim tersebut tak lolos dalam pemilihan.

What are your thoughts? Let us know!